Dua Antologi Puisi Karya Pelajar SMK Bhakti Putra Bangsa Diluncurkan

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Prestasi bidang sastra ditorehkan pelajar SMK Bhakti Putra Bangsa Purworejo. Bukan sesuatu yang 'kaleng-kaleng', mereka meluncurkan dua buku antologi puisi, berjudul Hujan Itu Demam dan Meraih Mimpi di Lingkar Selatan. 

Buku kumpulan puisi itu murni karya siswa dan siswi sekolah kejuruan bidang kesehatan itu. Untuk Antologi Puisi Hujan Itu Demam merupakan kumpulan puisi bertema kesehatan. "Isinya tentang aktivitas mereka di sekolah atau di lingkungan tempat tinggal, yang terkait dengan ilmu-ilmu kesehatan," ujar Kepala SMK Bhakti Putra Bangsa, Rahman Sudrajad SS MPd, kepada KRJOGJA.com, usai peluncuran buku, Minggu (22/9/2019). 

Puisi itu merupakan tugas sekolah untuk 358 siswa. Mereka diminta membuat puisi bertema kesehatan dan umum. 

Puisi diseleksi dan yang dinilai layak didokumentasikan dalam bentuk buku. Puisi bertema kesehatan itu diselesaikan dalam waktu kurang lebih dua minggu. Buku itu berisi 34 puisi. 

Adapun buku berjudul Meraih Mimpi di Lingkar Selatan berisi karya bertema kehidupan sehari-hari. Puisi dalam buku itu merupakan karya yang dibuat sejak awal semester. 

Buku berisi 57 puisi. "Proses penyelesaian karya dan pengumpulannya selesai dalam tiga bulan," ucapnya. 

Sekolah mencetak Antologi Puisi Hujan Itu Demam dan Meraih Mimpi di Lingkar Selatan masing-masing 50 eksemplar. Buku kumpulan puisi itu akan jadi media pembelajaran anak. 

Menurutnya, dua buku tersebut dibuat sebagai wadah ekspresi anak dalam menulis karya sastra. "Selain itu yang namanya karya, harus didokumentasikan sehingga tidak hilang," katanya. 

Kemampuan membuat karya sastra merupakan poin penting karena mampu menumbuhkan empati para siswa. Puisi kesehatan juga bermakna bahwa mereka merasakan sakit yang dialami pasien, sehingga tumbuh rasa senasib, lalu dengan seluruh kemampuannya siswa kesehatan ini berusaha menyembuhkan pasiennya. 

Namun bagaimanapun hasilnya, kata Rahman, sekolah tetap memberi apresiasi yang lebih kepada anak karena mau mengekspresikan hidupnya dalam bentuk puisi. Bahkan, ditilik dari kata-katanya, Rahman menilai puisi itu merupakan karya orisinil siswa dan bukan hasil plagiasi.(Jas)

BERITA REKOMENDASI