Fasilitas Pendidikan Belum Merata Munculkan Problem Klasik PPDB

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Berbagai persoalan klasik jelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022/2023 diprediksi bakal muncul. Diantaranya, orangtua calon siswa ramai-ramai mengajukan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk mendaftar jalur afirmatif.

Sebagaimana diketahui, PPBD tahun ajaran 2022/2023 membuka jalur zonasi, afirmasi, perpindahan lokasi kerja orangtua dan prestasi. Bagi yang terhalang mendaftar sekolah dari jalur-jalur tersebut, diindikasi memakai jalur afirmasi atau dari keluarga miskin. Pada jalur ini, orangtua harus menyertakan surat keterangan penerima program keluarga harapan (PKH).

Anggota Komisi D DPRD Karanganyar Suprapto mengaku khawatir modus itu masih dipakai para orangtua untuk memasukkan anaknya ke sekolah. Mereka terhalang jalur lain yang kurang mengakomodir.

“Padahal mereka tidak miskin. Supaya anaknya bisa masuk sekolah, terpaksa berbuat demikian. Nah, Dinsos harus jeli jika ada usulan SK warga miskin baru jelang PPDB. Satgaskin di desa dan kelurahan juga tak boleh asal-asalan mengusulkan,” katanya, Kamis (19/5/2022).

Suprapto mengatakan pemerintah seharusnya memberi solusi problem klasik PPDB yang muncul dari tahun ke tahun. Para orangtua tentu menginginkan sekolah berkualitas yang berdekatan tempat tinggal. Persoalan muncul saat tak ada sekolah negeri di radius zonasi dan tak memenuhi syarat untuk mendaftar dari jalur manapun.

BERITA REKOMENDASI