Gedung SMK di Kota Yogya Ini Usianya 100 Tahun

YOGYA, KRJOGJA.com – Gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Yogyakarta ternyata sudah berusia 100 tahun. Sekolah yang semula bernama Prinses Juliana School (PJS) ini juga merupakan SMK tertua di Indonesia.

Sejarah tentang PJS sendiri merupakan sekolah peninggalan Belanda yang diserahkan kepada Indonesia pada 19 Agustus 1949. Setelah berada di tangan Pemerintah Indonesia dikenal dengan nama STM Jetis 1 Yogyakarta.

PJS merupakan sebuah bangunan yang dibangun pada tahun 1919. Pada masa penjajahan kolonial Belanda gedung ini dipakai sebagai gedung sekolah yang dikenal dengan PJS tersebut. Karena merupakan peninggalan sejarah, maka gedung ini oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata ditetapkan sebagai cagar budaya.

Beralamat di Jalan AM Sangaji 47 Yogyakarta, STM Jetis 1 Jogja menjadi salah satu sekolah menengah tertua di Indonesia. STM Jetis 1 cukup memiliki nama di dunia industri maupun bidang pemerintahan. Banyak lulusannya tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mampu memimpin di kedua bidang tersebut.

Sekolah Teknik Negeri yang pertama di Indonesia adalah Sekolah Teknik Menengah di Yogyakarta. Maka dari itu, SMK N 2 Yogyakarta (STM Jetis 1) menjadi cikal bakal sekolah teknik yang ada Jogja. Ijazah pertama Sekolah Teknik Menengah di Yogyakarta dikeluarkan tahun 1951 dengan kompetensi keahlian yang ada di sekolah ini adalah Teknik Sipil, Teknik Listrik, dan Teknik Mesin

Pada tahun 1952 Sekolah Teknik Menengah di Yogyakarta dipecah menjadi dua sekolah yaitu STM Negeri 1 dan STM Negeri 2. Kompetensi keahlian di STM 1 adalah bangunan dan kimia serta kompetensi keahlian di STM 2 adalah listrik dan mesin.

Keduanya menempati kompleks STM Jetis, karena semakin banyaknya kebutuhan tenaga teknik menengah yang trampil dengan berbagai kompetensi. Maka dari itu di kompleks ini didirikan beberapa STM lainnya pada dekade 70-an dengan kompetensi keahlian yang baru dan bervariasi. Sekolah tersebut antara lain STM Chusus Instruktur (Bangunan, Listrik, Diesel dan Mesin), STM Geologi Pertambangan, STM Metalurgi, STM Pertanian, STM Percobaan 1 dan STM Percobaan 2.

Pada tahun 1975, melalui Keputusan Mendikbud, semua STM di kompleks Jetis digabung menjadi satu dengan nama STM Yogyakarta 1. Mulai tanggal 11 April 1980 nama sekolah diubah menjadi STM 1 Yogyakarta sesuai keputusan Mendikbud tertanggal 26 Mei 1979. Perubahan nama sekolah dari STM 1 Yogyakarta menjadi SMK Negeri 2 Yogyakarta terhitung mulai 7 Maret 1997, melalui keputusan Mendikbud.

Formula yang digunakan dalam mengembangkan kemampuan mahasiswa dengan sistem pendidikan yang sudah dibuat serapih mungkin, membuat sekolah tersebut memiliki daya tarik yang kuat. Terbukti dengan jumlah siswa terdaftar saat ini tercatat berjumlah kurang lebih 2000 siswa. “Saya masuk sekolah ini karena SMK N 2 Yogyakarta sudah terkenal bagusnya, jadi saya langsung memutuskan untuk melanjutkan sekolah di sini,” ucap Khalid seorang siswa jurusan Multimedia.

Menginjak 1 Abad PJS dan 70 Tahun STM Jetis 1 Yogyakarta

Ditemui di ruangannya Sumadi selaku staff humas di sekolah tersebut memaparkan terkait banyak hal SMK N 2 Yogyakarta. Tahun 2019 menjadi tahun yang fenomenal bagi SMKN 2 Yogyakarta, karena pada tahun ini gedung SMKN 2 Yogyakarta yang secara historis merupakan gedung PJS berumur 100 tahun (1 abad) terhitung sejak tahun 1919. Sedangkan STM Jetis  1 berdasarkan catatan sejarah berumur 70 tahun terhitung sejak tahun 1949.

“Jika manusia umur 70 tahun itu salah satu tanda manusia tersebut sudah tua, tetapi sebuah lembaga formal khususnya pendidikan umur 70 tahun merupakan tanda bahwa lembaga tersebut sudah dewasa, sudah memiliki pengalaman yang lebih, dan sudah sangat matang,” ucap Sumadi saat ditemui di ruangannya.

Dies natalis peringatan 100 tahun PJS dan 70 tahun STM Jetis 1 atau yang sekarang dikenal dengan SMK N 2 Yogyakarta diselenggarakan dengan beberapa rangkaian kegiatan. Kolaborasi antara panitia internal sekolah dan alumni ini menyelenggarakan berbagai acara yang dikemas dalam sebuah kegiatan dengan nama ‘JET1STIMEWA’. Acara tersebut mengangkat tema “Dengan 1 Abad PJS dan 70 Tahun SMKN 2 Yogyakarta sebagai Tonggak Restorasi Sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta”.

Berbagai event tersebut semua berimbas pada kemajuan pendidikan di SMK N 2 Yogyakarta sebagai institusi formal pendidikan. Pameran dan Open House untuk meningkatkan animo pendaftar peserta didik baru. Lomba video dan fotografi tentang heritage building PJS bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi siswa di era revolusi industri 4.0 tentang digitalisasi.

Selanjutnya senam massal, fun bike dan bakti sosial dari dan oleh semua civitas akademika SMK N 2 Yogyakarta untuk meningkatkan kekompakkan, kekeluargaan dan kesehatan serta peduli lingkungan. Gala dinner dan temu alumni dapat dilaksanakan berkat alumni yang peduli kepada almamaternya dan segera terbentuk ikatan alumni yang solid.

Saresahan gerbang praja kerjasama dengan Dinas Sosial untuk mengenalkan dan mempersiapkan generasi modern tetapi tetap njawani. Seminar nasional dikemas dengan tujuan untuk mempersiapkan SMK menghadapi tantangan dunia global dengan tema ‘Membangun generasi modern yang njawani’. Dengan tetap menghadirkan pembicara yang tentunya merupakan alumni STM Jetis 1 dan keynote speaker Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili oleh Sekda DIY Ir. Gatot Saptadi.

Tindak lanjut dari seminar ini diharapkan ada solusi ke depan SMK sebagai lembaga formal yang mempersiapkan peserta didik untuk siap berkompetensi di pasar kerja. Mengingat narasumber yang hadir sangat ahli dan kompeten dalam bidangnya.

Bakti sosial alumni kepada masyarakat sekitar untuk menjalin hubungan baik serta manfaat lembaga terhadap warga sekitar disambung dengan acara kenduri budaya. Kenduri ini mengangkat tema tonggak restorasi sosial di DIY dengan menghadirkan warga sekitar dan berbagai tokoh agama di sekitar sekolah. Dilanjut malam harinya pagelaran wayang kulit yang merupakan puncak acara Dies Natalis SMK N 2 Yogyakarta.

Sedangkan persembahan puncak dari alumni yaitu dengan menggelar konser 1 abad yang menampilkan berbagai guest star. Tujuan ini adalah untuk menjalin alumnus generasi muda dan milenial beserta masyarakat umum untuk lebih mengenalkan sekolah pada khalayak ramai. Dapat dikenal bahwa alumnus SMK N 2 Yogyakarta adalah persatuan berbagai tingkat angkatan yang kompak demi sumbangsihnya kepada bangsa dan negara Indonesia. (Amanda Chintyasari Idris/ Rizkya Nur Utami, Komunikasi Penyiaran Islam UMY)

Baca Juga : 

Suryopranoto, Kakak Ki Hadjar Dewantara Berjuluk 'Raja Mogok dari Jogja'

 

BERITA REKOMENDASI