Kesiapan Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Dorong Empat Hal Ini

JAKARTA, KRJOGJA.com – Untuk mendorong pemulihan pascapandemi ada empat hal yang sudah dipersiapkan, yaitu kesiapan pembukaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Demikian diungkapkan Sekjen Kemdikbudristek Suharti ketika membuka acara Road to ISODEL 2021 pada Rabu (27/10/2021) malam.

Disiplin protokol kesehatan (prokes), screening masuk satuan pendidikan, dan pengawasan oleh warga satuan pendidikan wajib dilaksanakan. “Strategi yang akan dilakukan oleh Kemendikbudristek tetap mengacu pada konsep Merdeka Belajar bahwa payung utamanya adalah pendidikan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Dalam mewujudkan strategi tersebut terdapat beberapa platform yang dapat digunakan. Pertama terkait dengan manajemen sumber daya sekolah, kemudian platform guru penggerak, platform kesiapan karir dan platform kurikulum. Di antara platform-platform tersebut, beberapa platform saat ini sudah ada yang dijalankan.

“Saat ini kita tetap harus menjaga diri dan memastikan serta menjaga warga satuan pendidikan, dari murid, guru dan tenaga pendidik tidak hanya tetap aman tetapi proses pembelajaran juga harus tetap dipastikan terjadi secara berkualitas,” tegas Suharti.

Kegiatan Peluncuran Road to ISODEL 2021 dapat disaksikan melalui kanal YouTube Kemendikbud RI, Televisi Edukasi, dan Rumah Belajar. Oleh karena itu lanjutnya, berbagai macam teknologi ini didorong agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi dan harapannya mulai sekarang semakin banyak yang mendaftarkan diri untuk berbagi ilmunya di dalam ISODEL 2021.

Perlu diketahui, terdapat 11 sumber belajar yang dikelola Kemendikbudristek, yaitu portal bersama hadapi korona; rumah belajar; tv edukasi; pembelajaran digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC; guru berbagi; LMS Siajar; aplikasi daring untuk paket A, B, C; membaca digital; suara edukasi; tatap muka daring melalui program SAPA DRB; dan program belajar dari rumah.

Kesebelas sumber belajar tersebut dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar secara gratis bagi masyarakat Indonesia. Dengan capaian salah satu sumber belajar yakni Portal Rumah Belajar yang sudah memiliki lebih dari 21 Juta pengguna, Sesjen Kemendikbudristek optimis bahwa produk layanan yang dimiliki Kemendikbudristek memenuhi kebutuhan dari masyarakat.

Pusdatin telah beberapa kali menyelenggarakan agenda ISODEL mulai dari tahun 1995-2018 di berbagai kota, yaitu Yogyakarta, Bali, Bandung dan Surabaya. Dalam proses sejarah, agenda ISODEL ini sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang hadir di masa-masa itu.

“Ini juga yang kemudian menginspirasi Pusdatin pada saat akan menyelenggarakan ISODEL di tahun 2021 ini, karena mengingat tentu saja perkembangan teknologi informasi, pemanfaatannya, distance dan e-learning ini menjadi sesuatu yang jamak dan menjamur, terlebih didorong dengan situasi pandemi Covid-19,” jelas Kapusdatin Kemdikbud Hasan Chabibie.

Hasan menjelaskan, dinamika di sektor Pendidikan terkait pemanfaatan teknologi tidak dapat dipisahkan dengan transformasi pendidikan. “Transformasi digital menjadi sebuah keharusan, kami sadar proses ini melibatkan banyak sekali aspek yang memungkinkan inovasi lebih lanjut disampaikan, yang bisa jadi belum ada sebelumnya, sehingga akan mengarah pada sebuah seruan bersama dan tindakan strategi bersama apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Terdapat sub tema dalam ISODEL tahun ini, yaitu Industry 4.0: Big Data, IoT, AI, Fintech, VR dan AR, Permainan, kelas dan kuliah daring, statistik, seminar daring. Kedua, Transformasi pendidikan digital: Menutup kesenjangan digital, menjangkau daerah terpencil, akses terbuka, pembelajaran fleksibel, akses disabilitas. Ketiga Pendidikan Karakter: Literasi digital, keterampilan abad 21, keterampilan hidup. Keempat Pendidikan Vokasi 4.0: Sertifikasi profesi, penjaminan mutu, intergrasi pendidikan vokasi ke industri 4.0, kompetensi dan kualifikasi. Kelima TIK untuk melestarikan budaya.

BERITA REKOMENDASI