Majelis Dikdasmen PDM – BKS Sleman, Apresiasi Guru Muhammadiyah Berkemajuan

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menyongsong Kurikulum Merdeka, Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bekerja sama dengan Badan Kerjasama Sekolah (BKS) SMP Muhammadiyah Sleman mengadakan Apresiasi Guru Muhammadiyah Berkemajuan di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan Sleman.

Hasanudin MPd selaku Ketua Pelaksana, didampingi Daswati SR MPd (Ketua Pengarah juga Kepala SMP Muhammadiyah 1 Prambanan) dan Watini SPdSi (Person In Change sekaligus Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gamping), Rabu (20/07/2022) mengatakan, kegiatan tahun ini mengusung tema ‘Menguatkan Kompetensi Guru Muhammadiyah Menuju Sekolah Unggul dan Berkemajuan’.

“Upacara pembukaan mengawali kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman dengan petugas seluruh Kepala SMP Muhammadiyah  Sleman bersama 150 guru terbaiknya. Kegiatan telah dilakukan Sabtu-Minggu, 16-17 Juli lalu,” ujar Hasanudin.

Sedangkan Ketua Majelis Dikdasmen PDM Sleman, Dr H Suwadi MAg MPd dalam sambutan mengatakan, peningkatan kompetensi guru Muhammadiyah terus dilakukan, guna menjawab tantangan guru.

Selain itu, kegiatan apresiasi ini dilakukan melalui tiga tahapan yakni workshop, presentasi karya, dan apresiasi guru Muhammadiyah berkemajuan.

Peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial telah dilakukan melalui kegiatan apresiasi ini. Peserta didik kita kelompok generasi Alpha (kurang dari usia 7 tahun) atau generasi Z (7-21 tahun) yang dicirikan dengan lebih dekat dengan IT.

Oleh karena itu, diperlukan kompetensi kepribadian yang bisa menjawab Kepribadian guru abad 21 yang dicirikan dengan Memesona (wajah ceria, perhatian, serasa berbusana, menisnpirasi/memotivasi).

Berwibawa (suntan dan artikulatif dalam bertutur kata, berperilaku yang disegani, berpenampilan diri yang tenang, adil dan objectif). Tegas (tanggapan, percaya diri, berbicara dengan tegas).

Panggilan jiwa (sigap, ekspresif antasias, tulus ikhlas). Samapta (bugar, ramar, suka menolong, empati).

Kepribadian tersebut dijiwai oleh nilai-nilai Agama Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam praktek keseharian sehingga menjadi tauladan di depan peserta didik.

Watini mengatakan, setelah upacara pembukaan dilanjutkan dengan pembekalan kepada calon peserta apresiasi berupa workshop guru Muhammadiyah berkemajuan sesuai dengan kategori kegiatan.

BERITA REKOMENDASI