Mendorong Perilaku Hidup Sehat dengan Menanam Apotik Hidup di Sekolah

KLATEN, KRJOGJA.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) UAD Kampus Mengajar Angkatan 2 digelar dengan kegiatan menanam dan sosialisasi tanaman yang dapat bermanfaat sebagai obat-obatan. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Muruh, Gantiwarno, Kabupaten Klaten dengan didampingi oleh Rifa Nur Krisnasari selaku wali kelas 5 sekolah tersebut.

“Dalam Pelaksanaan kegiatan ini dapat mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan pelestarian lingkungan yang bermanfaat bagi warga sekolah adalah memanfaatkan tanah dengan menanam berbagai macam tanaman seperti tanaman apotik hidup atau tanaman obat keluarga lainnya. Kegiatan menanam apotik hidup ini dapat dilaksanakan di berbagai tempat, bahkan di lahan sempit sekalipun. Banyak sekali manfaat yang akan kita dapat dengan menanam apotik hidup, antara lain: mengetahui bagaimana cara menanam dengan polybag, mengetahui jenis-jenis tanaman obat atau apotik hidup, mengetahui bagaimana cara merawat tanaman, dan melatih tanggung jawab siswa terhadap tanaman,” ujar Dewi Masitoh Nur Sahadati, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Senin (06/12/2021).

Siswa-siswi membentuk sebuah kelompok dan mulai menanam tanaman apotik hidup. Setiap kelompok akan diberikan sebuah bibit dan pupuk yang telah disiapkan sebelumnya oleh mahasiswa peserta Kampus Mengajar Angkatan 2. Tanaman apotik hidup yang kami tanam yaitu seperti jahe, sirih, kunyit, bawang putih, dan lidah buaya. Setelah selesai menanam kami memberi label serta nama di setiap polybag dan diakhiri dengan menyirami seluruh tanaman yang telah kami tanam.

Dewi bersama teman-temannya berharap dengan dilakukan kegiatan menanam apotik hidup ini siswa-siswi SD Negeri 1 Muruh dapat merawat, bertanggung jawab, dan memanfaatkan tanaman apotik hidup dengan baik. Sehingga kegiatan ini berguna bagi warga sekolah secara keseluruhan.

“Walaupun kami selaku mahasiswa peserta Kampus Mengajar Angkatan 2 sudah tidak di sekolah ini lagi, kami berharap warga sekolah dapat melestarikan kegiatan menanam apotik hidup ini agar siswa-siswi dapat mengenal jenis-jenis tanaman obat-obatan lebih banyak lagi,” jelasnya.(*)

UAD

BERITA REKOMENDASI