Nadiem: Dukungan Orang Tua dan Keluarga Dibutuhkan untuk Penyelenggaraan PTM Terbatas

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dukungan dari orang tua dan keluarga sangat dibutuhkan untuk penyelenggaraan PTM terbatas yang aman, nyaman, dan optimal.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim, B.A, M.B.A, dalam sambutannya pada
PT Frisian Flag Indonesia (FFI) tahun ini kembali menyelenggarakan Gerakan Nusantara (‘miNUm Susu tiAp hari uNTuk Anak ceRdas Aktif Indonesia) 2021, Jumat (29/10/2021).

“Saya mengapresiasi kegigihan Frisian Flag Indonesia selama delapan tahun terakhir dalam mendukung semangat kolaborasi merdeka belajar melalui program Gerakan Nusantara. Merdeka belajar sesungguhnya adalah semangat untuk memantik gerakan-gerakan di masyarakat yang memajukan pendidikan,” ujar Mendikbud.

Tahun ini, FFI bekerjasama dengan para pakar yang ahli dibidangnya, yaitu ahli gizi dari dari Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI), psikolog keluarga, pakar edukasi zilenial, serta pakar komunikasi. Seperti tahun 2020, FFI mengadakan rangkaian kegiatan Gerakan Nusantara 2021 secara daring.

Berfokus pada persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas serta edukasi gizi dan kesehatan bagi murid, orang tua, dan guru di wilayah Jabodetabek dan beberapa daerah di Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan untuk membekali para orang tua dan keluarga dalam mempersiapkan PTM terbatas di sekolah, dari aspek gizi, psikologis hingga pola didik anak dalam rangka mendukung upaya pemerintah yang mulai mengimplementasikan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

“Sehingga Gerakan Nusantara merupakan contoh praktik yang perlu terus ditingkatkan dan dilanjutkan. Semoga kolaborasi di antara kita akan mengantarkan anak-anak Indonesia kembali mendapatkan pendidikan yang normal. Mari kita laksanakan PTM terbatas sebaik mungkin untuk mewujudkan merdeka belajar,” kata Menteri Nadiem.

BERITA REKOMENDASI