PPDB Mu’Allimin, 416 Siswa Baru Siap Tempati Kampus Terpadu

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 416 calon siswa baru Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta tahun pelajaran 2020/2021 telah dinyatakan lolos seleksi, baik di gelombang I maupun gelombang II. Generasi emas bangsa yang berasal dari 27 propinsi di Indonesia itu akan terbagi menjadi 13 rombongan belajar (rombel) dan akan menjadi angkatan pertama yang menempati kampus terpadu di Sedayu.

Seleksi gelombang I telah dilaksanakan pada 13 Oktober 2019, sementara tes gelombang II baru saja selesai digelar pada Minggu (26/1/2020) dengan total pendaftar 692 orang. Persentase jumlah pendaftar yang diterima sebesar 60,11%.

Siswa baru tahun ini pun menorehkan sejarah karena menjadi angkatan pertama yang akan menempati kampus terpadu. "Seiring dengan semakin memadainya sarana fisik berikut fasilitas pendukungnya, di samping itu juga karena semakin tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putranya ke Mu'allimin, maka pada tahun ini kami menerima siswa lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Dan nantinya mereka akan kami tempatkan di kampus baru kami," ungkap H Aly Aulia Lc MHum, Direktur Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta, di ruang kerjanya, Senin (27/1/2020).

Menurutnya, meskipun megaproyek pembangunan kampus baru belum tuntas, namun untuk menampung para siswa baru tersebut cukuplah representatif. Hingga dimulainya tahun pelajaran baru yang akan datang, gedung site A dengan segala fasilitasnya ditargetkan sudah selesai. Fasilitas pembelajaran itu meliputi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, asrama, rumah pamong dan musyrif, masjid, dapur dan kantin, serta sarana penunjang lainnya.

Sementara itu Humas Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Sarijan SS MPd mengatakan selain di Yogyakarta, tes masuk juga dilaksanakan secara serentak di tiga zona (pulau) di luar Jawa, yakni zona Pulau Sumatera dengan tempat tes di Palembang, zona Pulau Kalimantan dengan tempat tes di Balikpapan, dan zona Pulau Salawesi dengan tempat tes di Makassar.

"Kami merasa bangga, karena pada tahun ini beberapa calon siswa yang berasal dari wilayah Indonesia timur mengalami peningkatan yang relatif tinggi. Dari segi asal daerah, mereka berasal dari wilayah yang minim kader Muhammadiyah. Ini menjadi tantangan bagi kami, untuk menyiapkan kader-kader muda persyarikatan agar bisa mengembangkan gerak perjuangan Muhammadiyah di daerah mereka ," ungkap Sarijan kepada KRJOGJA.com, kemarin sore sesaat setelah mengikuti rapat pleno kelulusan.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI