Satekari SMA 7 Purworejo, Tampil Memukau

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Puluhan siswa SMA Negeri 7 Purworejo berhasil mementaskan seni suara, teater, karawitan dan tari dalam satu panggung di Gedung Wisma Budaya sekolah itu, kemarin malam. Pentas bertajuk Satekari 2019 itu memukau sedikitnya 300 penonton yang memadati tempat pertunjukan. 

Gelaran Satekari merupakan agenda tahunan sekolah tersebut. Pentas itu hasil kolaborasi ekstrakurikuler paduan suara, teater, karawitan dan seni tari yang terdapat di SMAN 7 Purworejo. 

Sutradara Satekari 2019, Imam Subarkah mengatakan, pentas kolaborasi memerlukan latihan yang tidak sebentar. "Harus bisa menyamakan visi dan ide, lalu kami ejawantahkan sendiri sesuai seni yang didalami. Untuk hasil, sepertinya sangat memuaskan," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, usai pentas. 

Kolaborasi itu kemudian dipadukan dengan tata panggung, tata suara dan tata lampu yang baik. Semua unsur yang terlibat dalam pentas, katanya, menjalankan tugasnya secara maksimal. 

Pentas, lanjutnya, tidak menonjolkan salah satu seni. Keempatnya tampil secara merata dan tidak ada dominasi satu cabang terhadap cabang seni lainnya. 

Menurutnya, pentas Satekari 2019 menampilkan repertoar berjudul Tirani Mandala. Repertoar mengisahkan perebutan kekuasaan pada kerajaan imajiner bernama Mandala. Tokoh utama dalam kisah itu adalah Pangeran Chandra, Putri Wulan dan Raja Devangga. 

Perebutan kekuasaan terjadi setelah Raja Devangga mangkat. Siasat jahat dilakukan Pangeran Chandra dengan membunuh Putri Wulan yang semestinya adalah pewaris tahta. 

"Lalu tahun berganti dan kejahatan Pangeran Chandra diketahui anak-anak Putri Wulan, Pangeran Galih dan Pangeran Rangga. Mereka kemudian menuntut balas terhadap pangeran lalim itu," tuturnya.

Penonton pentas, Anissa mengemukakan, para pemain berhasil membuat siapapun yang ada dalam gedung terpana. "Tidak ada suara ribut dari penonton, semua mata tertuju pada pentas," ucapnya. 

Selain cerita yang bagus, tambahnya, penyelenggara pentas juga berhasil mengkolaborasikan empat cabang seni dan tata lampu yang baik. "Sangat layak dipentaskan pada panggung yang lebih besar lagi," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI