SD Muh Sapen Luncurkan Antologi Puisi Siswa

Editor: Agus Sigit

YOGYA (KRjogja.com) – Alam menjadi inspirasi utama. Ketika melihat alam, langsung muncul dorongan untuk menuliskannya. Apalagi menulis bukan pekerjaan sulit asal mengedepankan hati dan perasaan.

Begitu pandangan siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Muhammad Iqbal Althafah. Karya-karya Iqbal menjadi bagian dalam Buku Antologi Puisi 'Tiba-tiba Kullihat Cahaya' yang secara resmi dilaunching di Ruang Multimedia Lantai III SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, Sabtu (27/8).

"Buku Antologi Puisi ini menjadi bagian program literasi keluarga besar SD Muhammadiyah Sapen," tutur Kepala SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Agung Rahmanto dijumpai sela kegiatan.

Ditambahkan Agung, pihaknya sedang menggalakkan tiga program terkait literasi, yakni pembiasaan literasi. Peserta didik diajak untuk membaca beragam buku 15 menit sebelum pelajaran dimulau. Selanjutnya program pengembangan melalui kelas bakat puisi yang secara khusus dilatih membuat puisi. "Literasi juga diupayakan menjadi bagian proses pembelajaran meski sementara ini belum sepenuhnya bisa dilaksanakan," sebutnya.

Buku yang merangkum karya puisi dari 10 siswa/siswi SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta ini diterbitkan Semesta Ilmu. Selain Iqbal, siswa/siswi lain yang karyanya berada dalam buku tersebut, yakni Aaliya Asmi Putri, Aurel Rifda Huntoro, Fildza Sharfina Putri, Humaira Sonia Mustaghfirin, Niha Khoirunnisa, Anissa Zahra Naurah, Leila Keumala R, Muhammad Wafiq dan Zahra Qonita Ardia Utama.

Seniman budayawan yang juga penyair Mustofa W Hasyim dalam kesempatan ini menuturkan menulis puisi menjadi saat membahagiakan. Apalagi masa anak-anak sedang berada di fase bahagia, sehingga ia akan menemukan kebahagiaan yang sejati. "Anak-anak akan menemukan pengalaman hidup bahagia dan mampu mengabadikan hidup dengan cara ditulis dalam bentuk puisi," katanya.

Menulis puisi menurutnya butuh daya khayal dan imajinasi yang luar biasa. Terlebih hidup tidak akan lepas dari khayalan, namun produktif dan positif. Sehingga kemampuan anak-anak agar terus dilkembangkan melalui proses yang semestinya. (M-5)

BERITA REKOMENDASI