SDI Al Azhar 38 Bantul Peduli Korban Semeru

Editor: Ary B Prass

Dijelaskan,  LAZ Al Azhar sebagai lembaga yang ditunjuk menyalurkan sumbangan tersebut sudah  memetakan alokasi dana. Sejak hari pertama tim LAZ Al Azhar berada di lokasi untuk membantu pengungsi. Mulai menyediakan dapur darurat, sumbangan makanan, pemulasaran jezanah, hingga pendampingan psikologis bersama relawan lembaga lain. Bantuan yang  mendesak dibutuhkan fokus pada recovery atau pemulihan.

Sementara Kepala Perwakilan LAZ Al Azhar Jogja, Muchlas Madani menambahkan,  merujuk arahan Bupati Lumajang, bantuan dalam bentuk makanan sudah cukup.

“Sumbangan langsung kita kirim ke tim yang di sana. Kebutuhan apa yang diperlukan mereka yang tahu persis. Namun arahan kemarin akan digunakan  pemulihan. Bisa untuk mengganti harta benda yang hilang, ternak yang mati, hingga pengerjaan hunian”, ujar Muchlas Madani.

Muchlas mengatakan, sejauh ini dapur umum darurat yang didirikan LAZ Al Azhar sangggup menyediakan rata-rata 600 porsi makanan tiap hari.

“Yang membedakan LAZ dengan lembaga lain diantaranya soal durasinya. LAZ bertahan hingga 5 bulan di lokasi bencana dengan sistem shift. Karena LAZ tidak hanya membantu korban pasca kejadian tapi juga membantu hingga relokasi dan mendapat hunian baru. Itu yang kita lakukan di Lombok dan Palu beberapa waktu lalu”, ujarnya.

Selain dalam bentuk uang, sumbangan dari warga Al Azhar Yogyakarta dalam bentuk barang. LAZ mendata terlebih dahulu kebutuhan barang apa saja, baru diumumkan pada donatur. Setelah terkumpul langsung dibawa ke lokasi bencana. (Roy)

BERITA REKOMENDASI