Siswa SMA Kesatuan Bangsa Raih 2 Medali di Brazil

BANTUL, KRJOGJA.com – Dua siswa kelas XII SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta yaitu Lintang Perwitasari dan Tasya Regista Pramesti menorehkan prestasi membanggakan di ajang International Science & Technological Fair 'Mostratec' di Nuvo Hamburgo Brazil, 22-26 Oktober 2018. Mereka meraih dua medali yaitu medali perak di kategori international project dan medali perunggu untuk kategori environmental science project.

Tasya Regista mengatakan, hasil penelitian yang diajukan dalam lomba Mostratec berjudul 'Biodegradable Surfactant (Bisuk) as Ecofriendly Detergent from Waste Cooking Oil' atau deterjen ramah lingkungan berbahan limbah minyak goreng (minyak jlantah). Menurutnya, latar belakang penelitian berawal dari banyaknya limbah minyak goreng yang tidak termanfaatkan. 
Sementara deterjen sintetis yang ada dipasaran, kebanyakan membawa efek buruk bagi lingkungan. "Memanfaatkan reaksi kimia dari surfaktan, kita berhasil mengubah limbah minyak goreng menjadi deterjen yang ramah lingkungan," terang Tasya kepada KRJOGJA.com setelah mendarat di Bandara Adisucipto Yogyakarta, Selasa (30/10/2018).

Lintang mengatakan, sebelum berlaga dalam Mostratec di Brazil, ia dan Tasya meraih medali perak di ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2018. Karya penelitian terbaik kemudian diusulkan oleh panitia ISPO mengikuti Mostratec. "Penelitian kami lolos karena memberikan solusi dalam pemanfaatan limbah dan sejalan dengan pelestarian lingkungan," katanya. Guna mempersiapkan lomba di Brazil, Tasya dan Lintang dibimbing Ainun Afif SPd(guru SMA Kesatuan Bangsa) dan pembimbing eksternal Anna Rakhmawati MSi, Dosen Mikrobiologi Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA UNY.

Guru Walikelas, Yunita Wulandari sangat mengapresiasi prestasi membanggakan yang diraih anak didiknya. Menurutnya, prestasi di bidang sains dan teknologi sangat bermanfaat bagi siswa memiliki wawasan global. "Pihak sekolah mendorong siswa-siswi berprestasi di tingkat dunia dengan menyediakan fasilitas pendukung yang memadai," katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI