Sistem Informasi Akuntansi dan Perencanaan Keuangan Penting saat Pandemi COVID-19

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perusahaan dan komunitas perlu menyadari apakah kondisi keuangannya sehat. Walaupun tampaknya selama ini semua kegiatannya berjalan normal, lancar, dan pendapatan secara keuangan lancar, namun jangan terlena tanpa melakukan pembukuan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Membuat Laporan Keuangan (LK) juga tidak kalah penting agar dapat mengetahui dengan pasti kondisi keuangan.

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan suatu kejadian yang termasuk force majeur atau diluar kendali manusia seperti halnya banjir, gempa bumi, dan bencana alam lainnya. Melihat kondisi tersebut maka Dosen Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) Dr. Sriyono, M.Si., Ak., CA. berkolaborasi dengan Dr. Heriyanto, A.Md., S. Kom., M.Cs. dari Prodi Teknik Informatika UPNVY tertarik dengan sebuah komunitas dan perusahaan.

Yakni Adamar Arista Manunggal (AAM) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di salah satu kegiatan Event Organizer (EO) yang berlokasi di Yogyakarta. Dan, Komunitas Ngakustik yang terdiri beberapa orang yang mengadakan Latihan secara rutin dan sering tambil di berbagai kegiatan EO, khususnya untuk bermusik.

Sriyono menuturkan, di saat kesadaran akan kebutuhan SIA sebagai bentuk perencanaan keuangan muncul, barulah membuat perusahaan dan komunitas memulai semua kembali dari awal, baik secara keuangan, maupun kegiatan perusahaan.

“Kebutuhan SIA perusahaan dan komunitas adalah sistem pembukuan akuntansi yang sederhana mulai dari pendapatan, pengeluaran, sampai LK sederhana,” ujarnya, Senin (02/08/2021).

Hal tersebut dapat membuat perusahaan dan komunitas juga memiliki kredibilitas yang tinggi, ketika nantinya membutuhkan investor pengembangan kegiatan. “Pihak lain nantinya juga akan memiliki keyakinan yang besar terhadap going concern perusahaan dan komunitas dengan adanya SIA yang baik di bagian perencanaan keuangan, khususnya pengelolaan kas. Terlebih Ketika dalam kondisi force majeur seperti Pandemi COVID-19 saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Heriyanto mengungkapkan, Pandemi COVID-19 membuat kegiatan yang berhubungan dengan EO secara otomatis langsung terhenti, bahkan sampai saat ini dengan situasi new normal pun masih juga membuat perusahaan dan komunitas sulit untuk bergerak.

Hal itu disebabkan, pertama, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah masih berlangsung. Dan kedua, persaingan menjadi semakin ketat ditengah mulainya berbagai kegiatan walau sangat terbatas sehingga perusahaan sangat terpengaruh.

“Sebagai perusahaan dan komunitas kecil yang juga secara SIA belum terbentuk, menjadikan AAM dan Ngakustik tidak mengetahui kondisi keuangannya,” imbuhnya.

Perencanaan keuangan penting bagi perusahaan yang saat kondisi normal berkegiatan dan menerima pendapatan dari hiburan, apalagi pada masa-masa Pandemi COVID-19 sekarang ini.

“Tanpa SIA dan pembukuan yang standar, menjadikan perusahaan tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik dan tentunya sangat terpuruk ketika Pandemi COVID-19,” terangnya.

Ngakustik adalah komunitas yang terdiri dari beberapa orang dengan usia 40-50-an tahun ini merupakan wadah bagi mereka menyalurkan hobi diluar waktu kerja dan kesibukan masing-masing.

Mereka berkegiatan dalam komunitas dengan gembira sebagai bentuk hiburan, akan tetapi Pandemi COVID-19 ini menyadarkan bahwa mereka perlu juga mengelola keuangan, dalam hal ini SIA dan perencanaan keuangan.

Hal ini penting walaupun mereka bersifat komunitas dan anggotanya memiliki pekerjaan mandiri. Komunitas ini menerima uang dari hasil berkegiatan secara professional dan nama mereka mulai banyak dikenal di berbagai kegiatan EO. (*)

BERITA REKOMENDASI