Strategi Pengembangan Pembelajaran PPKn di SMK

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Prodi PPKn FKIP UAD menggelar kuliah umum secara virtual mengangkat tema ‘Vocational Civics : Karakteristik Pembelajaran PPKn di Sekolah Kejuruan’, Kamis (01/07/2021). Kuliah umum ini menghadirkan pembicara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Tasikmalaya sekaligus Sekjen MGMP PPKn SMK Provinsi Jabar, Yusnawan Lubis MPd dengan moderator Dosen Prodi PPKn FKIP UAD, Trisn Sukmayadi MPd.

Yusnawan Lubis dalam pemaparannya mengatakan karakteristik pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan pekerjaan. Oleh karena itu fokus pembelajaran ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan dunia kerja.

“Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan siswa harus pada ‘hands on’ atau performa dalam dunia kerja. Hubungan yang erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan,” katanya.

PPKn di sekolah kejuruan memiliki kedudukan yang penting yakni sebagai ‘key competention’ bagi kelompok produktif. Kurikulum selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan memuat pengembangan soft skill dan hard skill. “Sementara pembelajaran berbasis project dan diarahkan untuk memperkuat softskill peserta didik,” imbuhnya.

Namun demikian hal itu juga memiliki permasalahan. Diantaranya pembelajaran PPKN masih belum terintegrasi dengan mata pelajaran kelompok peminatan, kurikulum cenderung tidak diselaraskan dan perguruan tinggi mungkin tidak membekali mahasiswa calon guru PPKN mengenai strategi pembelajaran di SMK.

Selain itu pemahaman guru dalam implementasi kurikulum masih bervariatif dan guru tidak menyusun bahan ajar sendiri. Selain itu pola pembelajaran terfokus pada penguasaan hardskill serta guru terjebak pada pemenuhan administrasi pembelajaran.

Ia mengungkapkan strategi yang dilakukan di SMKN 1 Tasikmalaya untuk menghadapi hal tersebut yakni dengan menyusun kurikulum tersendiri yang disebut dengan Kurikulum Versi SMKN 1 Tasikmalaya. Ini dihasilkan melalui proses penyelarasan antara kurikulum yang dikeluarkan pemerintah dengan kebutuhan industry.

Dalam kuliah umum ini Yusnawan Lubis ia menyimpulkan stakeholder Program Studi PKN di perguruan tinggi harus membekali mahasiswa dengan kompetensi dalam mengelola pembelajaran di SMK. Hal itu salah satunya dapat diwujudkan dengan mengadakan mata kuliah PPKN SMK atau strategi pembelajaran PPKn di SMK. (*)

BERITA REKOMENDASI