Tim PPDM UMY Bantu Kembangkan Telo Jasugawa di Mangunan

BANTUL, KRJOGJA.com— Tim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan pendampingan dan penguasan Desa Wisata Mangunan, di Imogiri, Bantul. Kegiatan tersebut mendorong desa wisata tesebut menjadi wisata desa unggulan yang kompetitif dan berbudaya.

Tim Pengabdian Masyarakat UMY yang terlibat masing-masing Tanto Lailam, Awang Daru Murti, dan Ani Yunita, mendorong penguatan Desa Wisata Mangunan sebagai wisata desa unggulan yang kompetitif dan berbudaya.

Dosen Fakultas Hukum UMY Tanto Lailam mengatakan ada dua kegiatan pengabdian dalam di Desa Wisata Mangunan, Bantul, yakni penguatan wisata budaya dan sejarah melalui pembentukan rumah budaya dengan sasaran 50 orang di Desa Wisata Tapak Tilas Sultan Agung. Juga penguatan sektor kuliner dengan pengembangan kuliner Telo Jasugawa dengan sasaran 20 orang di Desa Mangunan.

“Telo Jasugawa ini merupakan gabungan dari makanan dan minuman tradisional masyarakat, telo atau ketela, sementara Jagugawa merupakan singkatan Jahe Susu Gula Jawa,” kata Tanto Liliam. Dikatakanya telo atau ketela adalah makanan tradisional pengganti nasi yang diolah dalam bentuk telo parut (larut) dan telo kukus (lokus), di perdesaan telo masih menjadi makanan pokok masyarakat, begitu juga di Mangunan telo masih menjadi hidangan favorit.

Sementara, Jasugawa adalah minuman tradisional berbahan dasar jahe (wedang jahe), sebagai minuman tradisional tentu memiliki khasiat untuk kesehatan.

“Di tengah pandemi Covid-19, Jasugawa adalah solusi. Masker, cuci tangan, jaga jarak adalah solusi dari luar tubuh. Begitu juga Jasugawa sebagai solusi untuk memperkuat stamina dan kekebalan tubuh, selain itu racikan yang mengundang rasa nikmat untuk mencicipinya,” kata dia.

Program pengembangan kuliner Telo Jasugawa ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional yang dilakukan oleh Tim Pengabdi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2020.

“Rangkaian program ini dimulai dari diskusi mendalam tim pengabdi dengan pemilik, penentuan nama makanan dan minuman, demo masak, dan pemberian fasilitas peralatan untuk masak. Saat ini Telo Jasugawa bisa dinikmati di  Desa Mangunan. Telo Jasugawa ini menjadi masakan dan minuman favorit yang bagi wisatawan yang berkunjung ke Mangunan,” ujar Tanto Lailam. (*)

BERITA REKOMENDASI