Tim PPM UAD Wujudkan Desa Wisata Sehat Ngoro-oro Gunungkidul

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mewujudkan Desa Wisata Sehat, Sabtu (12/06/2021) dan Minggu (13/06/2021). Program ini diusung oleh Tim PPM UAD yakni Surahma Asti Mulasari, Lu’lu Nafiati, Fatwa Tentama, Herman Yuliansyah, Tri Wahyuni Sukesi dan Sulistyawati.

Desa wisata sehat merupakan program berkelanjutan yang dikembangkan secara bertahap oleh LPPM UAD sebagai desa binaan di Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul. Banyak sektor yang harus dikembangkan dan digarap untuk mewujudkan desa wisata sehat ini diantaranya adalah kewirausahaan melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta wahana outbond kesehatan.

Pada hari Sabtu program berfokus pada pembinaan terhadap UMKM di Desa Ngoro-oro Patuk Gunungkidul. Pengabdian dilakukan untuk mengembangkan UKM Bangkit sebagai wadah berkumpulnya UMKM yang ada di Desa Ngoro-oro.

UKM Bangkit mengusung usaha kuliner yang nantinya juga sebagai salah satu paket dalam desa wisata sehat yang menjadi potensi desa ini. Program yang diberikan selain pelatihan kewirasusahaan dan diversifikasi makanan produk lokal adalah pelatihan penyusunan laporan keuangan dan pembuatan ecommerce. Peserta pelatihan ini merupakan pengurus UKM Bangkit serta pelaku UMKM yang tergabung didalamnya.

Lu’lu Nafiati menuturkan bahwa laporan keuangan sangatlah penting dalam menunjang keberhasilan suatu usaha. Tanpa adanya laporan keuangan, pelaku usaha tidak dapat mengukur kinerja, mendeteksi kebocoran, serta membuat rancangan untuk masa depan.

Herman Yuliansyah juga menambahkan bahwa tanpa adanya strategi pemasaran yang baik, konsumen tidak akan mengerti produk yang dihasilkan. Materi yang diberikan terkait penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) serta langkah pembuatan laporan laba rugi. “Dengan memahami cara penghitungan HPP yang benar, pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang tepat, tanpa mengalami kerugian,” katanya.

Selain itu, peserta UKM Bangkit juga mendapatkan materi terkait pembuatan ecommerce dan media sosial. Peserta juga mendapatkan arahan mengenai pembuatan konten sosial media yang dapat memancing penjualan.

Pada hari Minggu program berfokus pada pengembangan wahana outbond yang juga menjadi salah satu paket dalam desa wisata sehat nantinya. Pembuatan dan pengembangan wahana outbond ini dilakukan secara berkelanjutan, dari tahap pengadaan wahana outbond, ujicoba wahana outbond, penerapan wahana outbond untuk masyarakat luar dan evaluasi serta penyempurnaannya.

Pada kesempatan ini penerapan outbond telah melibatkan peserta dari luar padukuhan Klugung, Ngoro-oro. Kegiatan ini juga sebagai upaya mempromosikan wahana outbond di Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul kepada masyarakat luas. Surahma menjelaskan bahwa pembuatan dan pengembangan wahana outbond ini merupakan salah satu paket dari desa wisata sehat Padukuhan Klegung, Ngoro-oro yang bertujuan untuk menjadi daya tarik dan alternatif bagi pengunjung.

Fatwa Tentama menjelaskan ada beberapa pos/titik outbond di area outbond ini, pos pertama merupakan pemanasan meliputi adu yel-yel, game perkenalan, game konsentrasi, ular tangga Covid19 dan permainan tradisional. Pos kedua meliputi permainan outbond darat meliputi lari ban bekas, balap lari karung, balap balon dan estafet sarung.

Sedangkan pos tiga merupakan outbond air yang dilakukan di sungai karena di lokasi ini terdapat sungai yang sangat mendukung untuk outbond. Permainan di pos ini meliputi permainan pipa bocor, permainan pipa air mengalir, permainan bola air dan lain-lain. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI