Tingkatkan Kualitas Susu Perah, KKN UMY Beri Penyuluhan di Boyolali

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Sektor peternakan memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu subsektor yang menjadi motor penggerak pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan. Namun pengetahuan masyarakat perdesaan mengenai cara menghasilkan sapi perah yang berkualitas masih kurang.

Hal tersebut dikemukakan Ilham Maulana Saud, dosen pembimbing Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Jlarem dan Dusun Ngaglik, Desa Jlarem, Kecamatan Gladaksari, Boyolali, Jawa Tengah. UMY melalui Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M UMY) mengirimkan Tim KKN 045 yang membuat program penyuluhan bagi peternak sapi.

“Sasaran kegiatan Penyuluhan Pemberdayaan Masyarakat dengan tema Optimalisasi Pengelolaan Komoditas Masyarakat yang membahas tentang peningkatan kualitas sapi perah adalah masyarakat Dusun Jlarem yang bekerja sebagai peternak sapi perah. Total jumlah peserta dalam penyuluhan peningkatan kualitas sapi berjumlah 22 orang,” kata dosen pembimbing KKN, Ilham Maulana Saud, melalui keterangan tertulis kepada Krjogja.com

Tim KKN-PPM UMY di Dusun Jlarem dan Ngaglik beranggotakan Ilham Maulana Saud, Ietje Nazaruddin, dan Evi Rahmawati. Bersama mahasiswa KKN Kelompok 045, tim bekerja sama dengan Dinas Peternakan Boyolali menghadirkan narasumber Gunawan Andriyanta, Kepala Bidang Produksi Ternak Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali, dalam penyuluhan yang dihadiri 22 peserta.

Ilham yang juga, dosen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY ini mengatakan tujuan penyuluhan peningkatan kualitas sapi perah adalah mendorong masyarakat mampu berwirausaha melalui sapi perah yang mereka miliki dengan kualitas yang baik serta menghasilkan produksi susu perah yang baik pula.

Narasumber memberikan materi dengan tema Optimalisasi Pengelolaan Komoditas Masyarakat, membahas tentang cara memilih bibit sapi yang baik, memilih pakan yang sehat, serta memperhatikan kesehatan hewan ternak. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab

Masyarakat sangat antusias karena penyuluhan yang menghadirkan perangkat pemerintah daerah baru diadakan kali pertama dan hal ini sangat membantu mereka. Segala aspirasi masyarakat bisa langsung didengar serta bisa langsung ditindaklanjuti.

“Harapan kami, materi-materi yang disampaikan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali bisa memberikan solusi dan meningkatkan kualitas hewan ternak masyarakat,” kata Ilham. (*)

BERITA REKOMENDASI