UMY Bantu UMKM Sabun Cupa-Cupi dan Kembar Snack Semakin Melejit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan pemanfaatan digital marketing dan strategi packaging untuk pemasaran produk usaha Sabun Cupa-Cupi dan Kripik Kentang di Dusun Kaliwanglu Kulon, Harjobinangun, Pakem, Sleman.

“Memanfaatkan sosial media dan marketplace untuk meningkatkan promosi dan penjualan produk sabun cuci pakaian dan piring Cupa Cupi serta keripik kentak produksi Kembar Snack sangat penting saat ini, terlebih di era persaingan saat ini. Tak hanya itu peningkatkan kualitas kemasan dan variasi produk sabun Cupa-Cupi dan keripik kentang Kembar Snack juga diyakini bisa meningkatkan penjualan produk ini,” jelas Dr Sugito SIP MSi, dosen pembimbing kegiatan ini.

Program pengabdian masyarakat ini dijalankan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Tim KKN PPM UMY berserta Tim KKN IT Reguler Mahasiswa kelompok 182 berkoordinasi dengan mitra untuk menyelaraskan pemahaman terkait dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. Hasil dari koordinasi ini adalah disepakatinya beberapa skema kegiatan beserta jadwal pelaksanaannya.
2. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah pelatihan pemanfaatan sosial media dan marketplace. Pada pelatihan ini, bertindak sebagai instruktur adalah Dr Sugito, SIP MSi dan Khairul Anwar SIP MIP selaku pemilik Jangek Outdoor Equipment. Pelatihan ini memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan kepada mitra terkait dengann teknik pembuatan akun google bisnis, watsapp bisnis, facebook bisnis, dan instagram. Pada bagian kedua dari sesi pelatihan ini adalah pemanfaatann market place seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak sebagai tempat promosi dan penjualan online. Bertindak selaku pendamping pelatihan adalah mahasiswa KKN IT Reguler kelompok 182.
3. Pembuatan disain kemasan dan logo brand Cupa-Cupi dan Kembar Snack. Kegiatan ini dilakukan untuk memperbanyak variasi kemasan produk dan menciptakan branding produk.
4. Pendampingan pemanfaatan sosial media dengan beberapa aktivitas seperti pemotretan produk, upload, dan optimalisasi melalui SEO (search engine optimization ) & SEM (search engine marketing ).

“Progam pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan keterampilan mitra dalam memanfaatkan sosial media dan market place. Sekarang saya menjadi semakin percaya diri untuk mempromosikan produk kami di Instagram, WA bisnis, dan Facebook. Saya juga dapat mengoperasionalkan Shopee serta Bukalapak untuk menjual produk saya selain tetap menitipkannya di warung-warung,” ujar Tati Wijayati selaku pemilik Sabun Cupa-Cupu.

Pernyataan lainnya datang dari Ibu Muslikhah selaku pemilik Kembar Snack. “Sekarang kemasan produk saya sudah semakin menarik. Banyak pembeli yang senang,” jelasnya.

Program pengabdian ini telah berjalan sesuai rencana. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan juga dapat dirasakan manfaatnya oleh para mitra. Ouput dari kegiatan ini juga telah nampak seperti adanya akun sosial media yang telah dimanfaatkan mitra, market place, profil usaha, kemasan produk, dan spanduk tempat usaha.Meskipun kegiatan-kegiatan pengabdian telah selesai, Tim beserta Kelompok KKN IT Reguler 182 akan tetap melakukan monitoring dan pendampingan pasca kegiatan untuk menjamin keberlanjutan program dalam rangka meningkatkan kesejahteraan mitra. (*)

BERITA REKOMENDASI