UMY Beri Pendampingan Perajin Batik Terdampak Covid-19 di Lendah

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Guna mendorong produktivitas dan pemasaran batik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Program Kemitraan Masyarakat melakukan pendampingan pada perajin. Bentuk pendampingan berupa pelatihan serta pemasaran batik kepada 15 perajin batik di Lendah, Kulonprogo dari Maret-Juli 2020.

Barbara Gunawan, dosen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) selaku pelaksana program mengatakan, program ini bertujuan untuk melakukan pendampingan produksi dan pemasaran kepada mitra, yaitu Aricha Batik, yang memproduksi jenis batik kontemporer.

“Permasalahan yang ada pada aspek produksi adalah motif dan corak batik yang kurang beragam. Adapun pada aspek pemasaran, mitra UMY belum memiliki papan nama, mekanisme pemasaran yang konvensional, dan kemasan yang masih sederhana. Persoalan itu ditambah dengan datangnya pandemi,” papar Barbara.

Menurut Barbara, pada awal masa pandemi Covid-19, terjadi penurunan permintaan yang sangat signifikan atas produk Aricha Batik. Penurunan permintaan tersebut berdampak pada berkurangnya aktivitas produksi, berkurangnya pendapatan, dan pada akhirnya pemilik merumahkan beberapa perajin.

Melalui program PKM, UMY memberikan beberapa solusi dari aspek produksi dan pemasaran. “Dari dari aspek pemasaran, kami menawarkan solusi untuk membuat papan nama di lokasi produksi, membuat gift box, logo yang lebih menarik, memasarkan melalui sosial media. Kami juga menawarkan solusi berupa pendampingan penyusunan laporan keuangan sederhana,” kata Barbara.

Program pengabdian yang dilakukan Barbara menawarkan solusi kepada Aricha Batik untuk memproduksi jenis batik yang diminati calon konsumen potensial.

Menurut Barbara, hasil dari kegiatan ini adalah bertambahnya keragaman motif batik, adanya logo (merek) yang menarik, adanya papan nama, gift box eksklusif, tas kertas dan tas plastik, pelatihan pemasaran, pelatihan penyusunan laporan keuangan, dan akun media sosial untuk memasarkan produk.

Lebih lanjut Barbara menambahkan bahwa selain melakukan pendampingan, tim dari UMY juga membantu untuk menawarkan produk karya perajin ke konsumen potensial. “Muncul beberapa pesanan seragam kantor, yang membuat para perajin kembali berkarya sebagaimana biasanya, bahkan terjadi peningkatan penjualan dibanding sebelum masa pandemi,” ucap Barbara. (*)

BERITA REKOMENDASI