UMY Dampingi Pengelolaan Kebun Buah dan Sayur Muhammadiyah di Turi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mendampingi Pengurus Cabang Muhammadiyah Kecamtan Turi Sleman mengolah tanah wakaf untuk lahan sayur dan buah. Kegiatan ini sebagai upaya menjadikan lahan pertanian yang produktif.

Menurut Dosen Agroteknologi UMY yang juga inisiator kegiatan, Ir Agus Nugroho Setiawan MP, tujuan dari program ini adalah meningkatkan kesadaran, pengetahuan, wawasan dan keterampilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi dalam mengelola tanah wakaf sebagai amanah dari jamaah. Juga menjadikan tanah wakaf yang produktif dan sekaligus menjadi media dakwah bil hal.

“Program pengabdian pada masyarakat ini didasarkan pada permasalahan pengelolaan tanah wakaf di Muhammadiyah Cabang Turi belum optimal, padahal mempunyai potensi yang besar jika dikelola dengan baik,” kata Agus Nugroho Setiawan.

Hal tersebut disebabkan oleh pengetahuan, wawasan dan keterampilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi dalam mengelola tanah wakaf menjadi kebun yang produktif dan menjadikan tanah wakaf yang produktif dan sekaligus menjadi media dakwah bil hal masih terbatas.

Menurut Agus, program pengabdian pada masyarakat ini dilakukan Tim Pelaksana dari UMY selama 7 bulan mulai bulan Februari–Agustus 2020 di PCM Turi, Sleman, DIY yang dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (DRPM Kemenristek/BRIN) Tahun 2020. Kegiatan sendiri dikuti kurang lebih 40 peserta.

Sampai saat ini, kegiatan yang sudah dilakukan meliputi koordinasi, penyuluhan, transfer teknologi, pelatihan dan praktek pengelolaan tanah wakaf, serta pendampingan dan monitoring evaluasi. Partisipasi mitra sangat tinggi mulai dari koordinasi, pelaksanaan di lapangan, pendampingan sampai evaluasi.

Menurut Agus, hasil program pengabdian pada masyarakat menunjukkan kegiatan sudah terlaksana dengan baik dengan terbangun kebun buah Muhammadiyah di PCM Turi, dengan tanaman durian, kelengkeng, alpukat, dan pepaya. “Saat ini dalam tahapan pendampingan dan ditargetkan akan selesai pada pertengahan bulan November 2020,” ujarnya. (*)

BERITA REKOMENDASI