UNRIYO Kembangkan Posyandu Komplementer Sayang Balita

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) menginisiasi pengembangan posyandu komplementer sayang balita yang berlokasi di Dusun Sentikan Padukuhan Karangnongko Desa Tirtomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman. Posyandu komplementer sayang balita memadukan kegiatan rutin posyandu balita dengan terapi  komplementer dalam upaya mengoptimalkan kesehatan balita.

Sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM), posyandu menjadi sangat strategis untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya kegiatan posyandu rutin hanya penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan serta pemberian makanan tambahan.

Ketua Tim, Lenna Maydianasari mengungkapkan alasan dikembangkan posyandu balita komplementer sayang balita di Dusun Sentikan karena melihat daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang baik karena kondisi tanah yang subur. Selain itu di sini banyak tanaman herbal seperti kelor, sereh, sambiloto dan lainnya namun potensi tersebut belum dioptimalkan untuk meningkatkan derajat kesehatan balita karena belum tahu cara mengolahnya.

“Ibu-ibu balita lebih sering ke dukun pijat bayi saat anaknya rewel karena sakit atau tidak mau makan. Hasil pemantauan tumbuh kembang balita juga ditemukan balita dengan perkembangan yang tidak sesuai dengan usianya, namun ibu balita tersebut belum mengetahui cara menstimulasi tumbuh kembang balitanya,” ungkapnya, Senin (01/11/2021).

Tahap awal pengembangan ini telah diselenggarakan pelatihan kader posyandu yang nantinya berperan sebagai penggiat posyandu balita komplementer sayang balita. Materi pelatihan yang terlaksana pada tanggal 23 Juli 2021 meliputi pijat bayi, stimulasi fisioterapi untuk tumbuh kembang balita dan pengolahan herbal untuk kesehatan balita yang disampaikan oleh tim pengabdi yaitu kolaborasi Dosen Prodi Kebidanan Program Sarjana Ester Ratnaningsih, SST, M.Keb dan Lenna Maydianasari, SST, M.P.H serta Prodi Fisioterapi Program Diploma Tiga Aan Ika Sugathot, S.Ft, M.Fis.

Setelah pelatihan kader, dilanjutkan pendampingan intens oleh tim pengabdi kepada kader dan ibu-ibu balita selama 3 bulan yaitu Agustus-Oktober 2021. Semua kegiatan diikuti dengan sangat antususias, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu cuci tangan, jaga jarak dan penggunaan masker. (*)

BERITA REKOMENDASI