11 September 2001 Ubah Wajah AS

SUDAH 15 tahun berlalu semenjak 11 September 2001. Banyak peristiwa yang terjadi akibat serangan yang dilancarkan pada tanggal tersebut di Negeri Paman Sam. Semenjak itu, wajah Amerika Serikat (AS) berubah dan semakin menunjukkan sisi militerisme mereka kepada dunia, karena satu tragedi yang terjadi pada 11 September 2001. 

Tragedi ini dimulai dengan pembajakan empat pesawat milik dua maskapai besar di AS, yaitu United Airlines dan American Airlines. Keempat pesawat itu berasal dari bandara-bandara yang berada di wilayah timur laut AS dan keempatnya sama-sama sedang menuju California.

Keempat pesawat tersebut dibajak oleh 19 anggota Al Qaeda yang berusaha mengendalikan kontrol pesawat. Dua pesawat, American Airlines dengan nomor penerbangan 11 dan United Airlines dengan nomor penerbangan 175, dikontrol oleh teroris yang berada di pesawat untuk menabrak menara utara serta selatan. Kedua menara ini merupakan menara ikonis di New York yang dikenal dengan nama Twin Tower atau World Trade Center (WTC). 

Hanya dalam kurun waktu satu jam 42 menit, kedua menara dengan 110 lantai itu langsung roboh dan menyebabkan puing-puingnya berjatuhan. Selain dua menara tersebut, gedung-gedung lain di komplek WTC juga ikut hancur. Serangan kelompok Al Qaeda tersebut masih berlanjut. Pesawat ketiga, yakni American Airlines dengan nomor penerbangan 77, dikontrol oleh para teroris untuk menghantam Gedung Pentagon yang menjadi markas dari Kementerian Pertahanan di Arlington, Virgina. Serangan itu menyebabkan robohnya bagian barat gedung tersebut.

Pesawat keempat, United Airlines dengan nomor penerbangan 93, sebenarnya dikontrol oleh para pembajak menuju Washington DC. Namun pesawat tersebut jatuh di sebuah lapangan di Stonycreek, Pennsylvania, usai para penumpang berusaha menghentikan para pembajak. Empat rangkaian serangan ini dilaporkan telah menyebabkan 2.996 orang tewas dan lebih dari 6.000 orang mengalami luka-luka. Selain itu, Negeri Paman Sam juga mengalami kerugian sekira USD3 triliun akibat serangan 9/11.

Serangan tersebut langsung memicu operasi besar-besaran AS yang bernama ‘Perang melawan Teror’ (War on Terror). Tragedi itu pun menjadi awal mula dari invasi militer Negeri Paman Sam ke Afghanistan. Invasi itu diklaim AS untuk menumpas kelompok Taliban yang dikabarkan melindungi keberadaan para anggota Al Qaeda. Pada awalnya, pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden, menyanggah keterlibatannya dalam serangan 9/11. 

Namun, pada 2004, ia mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dengan alasan dukungan AS terhadap Israel, kehadiran tentara Negeri Paman Sam di Arab Saudi, dan sanksi yang dijatuhkan terhadap Irak. Selain itu, serangan pada 11 September juga menyebabkan maraknya Islamophobia di AS. Serangan verbal maupun fisik kerap menimpa Muslim di Negeri Paman Sam. Bukan hanya itu, orang-orang yang menganut Shikhs juga menjadi target hanya karena mereka menggunakan serban di kepalanya. Sebab, banyak warga AS yang menyangka mereka merupakan Muslim. (*)

BERITA REKOMENDASI