2.800 Inggris Amankan London

Editor: Ivan Aditya

LONDON (KRjogja.com) – Kepala Kepolisian London Bernard Hogan-Howe usai terjadinya serangan di Russel yang menewaskan turis Amerika, pihaknya mengerahkan tambahan 600 personel keamanan. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi serangan lainnya. Dengan demikian, jumlah total pasukan bersenjata yang telah dikerahkan di London kini menjadi 2.800 personel. Jumlah itu masih jauh lebih sedikit ketimbang pasukan yang dikerahkan di kota Paris yang mencapai 10.000 orang.

Bernard juga memuji personelnya yang cepat menanggapi serangan di Alun-alun Russel tersebut. "Saya bangga dengan pasukan khusus bersenjata kami yang semalam dengan cepat bertindak melumpuhkan pelaku hanya dalam waktu 6 menit setelah serangan brutal terjadi," ujar Bernard seraya menambahkan aksi cepat polisi tersebut telah berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa baru.

Pihaknya sejauh ini belum menemukan keterkaitan kelompok radikal dengan pelaku serangan. Hasil wawancara tim penyelidik dengan sejumlah keluarga pelaku, kata Bernard, ditemukan indikasi pelaku, pemuda asli Somalia yang mendapatkan kewarganegaraan Norwegia dan menetap di Inggris itu mengalami masalah kejiwaan. Investigasi masih terus dilakukan untuk mengetahui motif pelaku melakukan serangan brutal yang juga menewaskan 5 orang lainnya, warga Inggris, Israel, dan Australia.

Hal senada juga diungkapkan para elite politik di Inggris. Pemimpin oposisi yang juga pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn dalam pidatonya di Dagenham, London timur berbelasungkawa atas jatuhnya korban jiwa. Dia juga menyampaikan terima kasih atas kesigapan polisi London sehingga pelaku bisa dengan cepat ditangkap. (*)

BERITA REKOMENDASI