20 Tahun Lagi 710 Ton Sampah Plastik Penuhi Bumi

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Sebuah penelitian memprediksi 710 juta ton plastik akan mencemari lingkungan pada 2040. Polusi plastik adalah masalah global. Plastik ditemukan di seluruh lautan, danau, sungai, tanah, sedimen, atmosfer, hingga biomassa hewan imbas pertumbuhan industri dan ekonomi yang mengabaikan limbah.

Dalam jurnal Science, para peneliti mengatakan peningkatan tajam dalam konsumsi plastik sekali pakai yang meluas telah memperburuk masalah polusi plastik. Selain itu, sistem daur ulang dan pengelolaan limbah yang tidak memiliki kapasitas memadai di tingkat global juga semakin memperburuk situasi.

Secara khusus, studi sebelumnya sudah memperkirakan sekitar 8 juta ton makroplastik dan 1,5 ton mikroplastik primer mencemari lautan setiap tahun. Sehingga, jika produksi plastik dan timbunan limbah terus tumbuh dengan angka tersebut, maka diproyeksikan polusi meningkat menjadi lebih dari dua kali lipat pada 2050.

Peneliti Winnie WY Lau menyampaikan semakin banyak bukti menunjukkan dampak buruk pencemaran plastik. Misalnya, hampir 700 spesies laut dan lebih dari 50 spesies air tawar diketahui telah memakan atau terjerat dalam makroplastik.

Bahkan, ada bukti yang berkembang bahwa plastik dicerna oleh berbagai organisme darat. Polusi plastik juga dinilai berdampak pada banyak aspek kesejahteraan manusia, seperti mempengaruhi estetika pantai, menghalangi drainase dan sistem rekayasa air limbah, serta menjadi tempat berkembang biak bagi vektor penyakit.

Tim mengatakan tindakan global yang terkoordinasi diperlukan untuk menghindari tumpukan plastik yang lebih besar dari perkiraan 710 juta metrik ton pada tahun 2040. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah mengurangi konsumsi plastik, meningkatkan tingkat penggunaan kembali plastik, meningkatkan pengumpulan dan daur ulang limbah, dan memperluas sistem pembuangan yang aman.

“Ini bukan masalah bagi negara berkembang, ini adalah masalah bagi semua orang,” Direktur Program Ilmu Konservasi Pew, James Palardy. (*)

BERITA REKOMENDASI