3.000 Pekerja Asal Korut di Rusia Terancam Dipulangkan

VLADIVOSTOK, KRJOGJA.com – Dubes Korea Utara (Korut) di beberapa negara telah diusir sebagai bentuk protes atas uji bom hidrogen yang mereka lakukan pada 3 September. Hal tersebut juga membuat pekerja di Rusia khawatir mengalami hal serupa karena sanksi baru yang diterima oleh Korut.

Sekira 30 ribu warga Korut yang bekerja di Rusia kini harap-harap cemas. Akibat sanksi yang dijatuhkan oleh PBB, mereka semua diperkirakan akan dikirim kembali ke rumahnya. Padahal, mereka sudah cocok dengan dengan suasana dan pekerjaan di Rusia, apalagi gaji yang mereka dapatkan lebih tinggi.

Orang-orang Korut yang bekerja di Rusia tersebar di beberapa kota, salah satunya di Vladivostok. Mereka yang bekerja di Vladivostok bekerja di area konstruksi untuk merenovasi bangunan, membangun kembali rumah yang rusak akibat suhu musim dingin, dan bangunan yang rusak akibat siraman air laut.

Mereka semakin yakin bahwa warga Korut tidak diperkenankan bekerja di Rusia lagi karena tidak ada pekerja baru dari Korut untuk menggantikan pekerja yang masa kontraknya akan habis.

"Kami sangat menyukai Vladivostok. Akan sangat buruk jika saya tidak bisa bekerja di sini lagi, suasana di sini sangat baik, saya pun bisa mengirim uang kepada anak saya," ungkap salah satu pekerja yang menolak memberikan namanya karena takut mendapatkan hukuman dari pemerintah Korut, dilansir dari CNN, Selasa (12/9/2017).

Bagi pekerja asal Korut, Vladivostok merupakan jendela ke dunia luar setelah menjalani kehidupan di negara di mana informasi dikontrol sangat ketat. Vladivostok juga merupakan sumber uang yang mereka butuhkan, yang nantinya mereka kirim ke keluarga mereka yang masih tinggal di Korut. (*)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI