3 Miliar Penduduk Bumi Terdampak Lockdown

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Lebih dari tiga miliar orang di seluruh dunia hidup di bawah kebijakan penguncian wilayah (lockdown) yang diberlakukan negara masing-masing demi membendung penyebaran virus corona.

Virus Corona atau Covid-19 dilaporkan telah membunuh lebih dari 21.200 orang di seluruh dunia. Sementara itu, dari sekitar 471 ribu kasus yang ada, 114 ribu orang di antaranya dinyatakan sembuh.

Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo resmi menutup seluruh wilayah mulai Minggu (22/03/2020) malam untuk menekan penyebaran virus corona. Selain itu, pemerintah California juga menerapkan langkah serupa dan mewajibkan 40 juta penduduknya tinggal di rumah. Kini, lebih dari setengah penduduk AS juga diimbau untuk tinggal di rumah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendukung langkah lockdown yang diambil dua negara bagian itu. Namun, menurutnya penyebaran Covid-19 di negara bagian AS lainnya tidak sebanyak wilayah-wilayah tersebut, sehingga ia menegaskan tidak perlu melakukan lockdown secara nasional.

“Kami ingin membuat negara kami kembali lagi. Tapi, saya tidak akan melakukan sesuatu secara terburu-buru,” ucap Trump.

Trump lantas mengatakan bahwa ia ingin membuka kembali AS sebelum perayaan Paskah yang jatuh pada 12 April mendatang. Menurut dia, New York sebagai pusat sebaran virus di AS dengan lebih dari 30 ribu kasus, akan menghadapi situasi yang sulit dalam beberapa pekan ke depan.

Pemerintah India memberlakukan lockdown awal pekan ini dan mewajibkan 1,3 miliar warganya untuk tinggal di rumah selama tiga pekan ke depan.

Rusia juga dikabarkan akan menerapkan kebijakan serupa, menyusul laporan dua kematian baru akibat virus corona. Bersama itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pun mengumumkan libur nasional dan menunda pengambilan suara dalam rangka perombakan konstitusi parlemen. (*)

BERITA TERKAIT