35.678 Orang Batalkan Haji Sepanjang Tahun 2020

Sementara itu, terdapat 4,9 juta orang Jemaah haji reguler dan 94 ribu jemaah haji khusus yang masuk dalam daftar Jemaah haji tunggu tahun 2020.

Kendati terjadi pembatalan haji, dia menyampaikan beberapa pencapaian BPKH di tahun 2020, diantaranya terkait rasio likuiditas. Dimana likuiditas yang diperoleh BPKH mencapai 3,8 kali biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) atau terpenuhi.

“Rasio likuiditas BPKH di 31 Desember 2020 itu 3,8 kali BPIH diatas 2 kali BPIH. Kemudian untuk solvabilitas 108 persen, kemudian ada beban operasional BPKH itu di 2,14 persen,” ujarnya.

Lanjut Juni mengatakan, dilihat saldo dana haji dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 trennya tumbuh. Lantaran pada tahun 2018 itu pertama kali BPKH membuat laporan keuangan sendiri, di mana terjadi proses pemindahan aset dari Kementerian Agama yakni Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah ke BPKH.

“Kalau kita lihat saldo dana Haji itu dari 2018 sampai dengan 2020 trennya tumbuh, jadi kita melihat ada beberapa kejadian yang penting. Di tahun 2018 itu pertama kali BPKH membuat laporan keuangan sendiri, di mana terjadi proses pemindahan aset dari Kementerian Agama dalam ini Dirjen PHU,” ujarnya.

Dimana pada tahun 2018 saldo dana haji mencapai Rp 112,35 triliun meningkat di tahun 2019 menjadi Rp 124,32 triliun, kemudian saldo dana haji meningkat lagi pada tahun 2020 sebesar 16,56 persen menjadi Rp 144,91 triliun.

“Kita tahu bahwa hal ini juga memberikan kenaikan yang cukup signifikan 16,56 persen, dikarenakan pandemi covid-19 tersebut menyebabkan adanya pembatalan berangkat haji tahun 2020 yang dikeluarkan oleh pemerintah, dan kemudian saldo-saldo yang seharusnya kirim ditransfer ke kementerian agama itu sementara ada di BPKH,” pungkasnya.(*)

BERITA REKOMENDASI