62 Tentara Suriah Tewas, AS Minta Maaf

NEW YORK (KRjogja.com) – Amerika Serikat (AS) menyatakan penyesalannya atas serangan udara koalisi yang menewaskan sedikitnya 62 orang tentara Suriah di Deir Az Zor pada Sabtu kemarin. Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB Samantha Power menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Rusia dan Suriah serta berjanji akan menyelidiki insiden ini. 

"Kami menyelidiki insiden ini. Jika diketahui bahwa kami memang menyerang personel militer Suriah, itu bukanlah niatan kami. Dan kami tentu saja menyesali hilangnya nyawa mereka,” kata Power kepada media sebagaimana dilansir Al Jazeera, Minggu (18/9/2016).

Pada Sabtu (17/9/2016), Serangan udara yang dilancarkan dua pesawat F-16 dan dua pesawat A-10 milik koalisi menghantam posisi militer Suriah di dekat kota kekuasaan ISIS, Deir Az Zor. Menurut keterangan pihak Rusia, sebanyak 62 tentara Suriah tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan itu. Kelompok pengamat hak asasi Suriah mengatakan jumlah korban mencapai 83 orang. 

Meski menyatakan penyesalannya, Power menuduh pihak Rusia bertindak berlebihan dengan mendesak diadakannya rapat darurat Dewan Keamanan PBB untuk meminta penjelasan AS. Dia balik mendesak Moskow untuk melakukan pertemuan dengan Pemerintah Suriah guna membahas perdamaian. 

Dubes Rusia Vitaly Churkin menanggapi komentar Power dengan menuding AS melanggar perjanjian untuk tidak menargetkan posisi-posisi militer Suriah. Dia menambahkan, insiden ini merupakan pertanda buruk bagi perjanjian kedua negara untuk mengakhiri konflik di Suriah. (*)

BERITA REKOMENDASI