7 TKI Terduga Korban Perdagangan Orang di Mesir Dipulangkan

MESIR, KRJOGJA.com – Pada 23 September dan 25 September 2018, KBRI Kairo kembali melepas tujuh Tenaga Kerja Indonesia atau TKI di Mesir yang tak berdokumen kembali ke Tanah Air. Mereka terindikasi sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"KBRI Kairo telah membantu melakukan pemulihan hak-hak mereka dan mengurus proses kepulangan mereka," demikian menurut KBRI Kairo dalam pernyataan tertulis resmi, Kamis (27/9/2018).

Para TKI tak berdokumen tersebut, yang pada umumnya bekerja di Mesir sekitar 1 hingga 11 tahun, berinisial sebagai SS, DJ, NS, NT, KN, NG, dan WT. Mereka berasal dari Cirebon, Indramayu, Subang, Cianjur dan Ende.

Para TKI tersebut telah ditampung sekitar 3 hingga 8 bulan di Shelter KBRI Kairo. Mereka mayoritas melarikan diri karena menerima perlakuan kasar dan tidak manusiawi dari majikan.

Mereka sebelumnya dibawa ke Mesir oleh pihak ke-3 secara illegal dan dipekerjakan pada sektor domestik sebagai asisten rumah tangga.

Sesuai dengan Kepmenaker No. 260 Tahun 2015 mengenai Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada Pengguna Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah, Mesir bukan merupakan negara tujuan penempatan bagi TKI di sektor domestik.(*)

BERITA REKOMENDASI