70 Tahun Rusia – Indonesia, Ada Dokumen Pengakuan Uni Soviet Terhadap NKRI

MOSKOW, KRJogja.com – Menteri Luar Negeri Federasi Rusia, Sergey Lavrov, membuka pameran arsip dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia. Pameran berlangsung di Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia di Moskow. Pameran arsip dan foto selama 70 tahun ini menarik animo masyarakat untuk melihat.

Dalam siaran pers KBRI Moscow yang diterima KRJogja.com, Kamis (6/2) dinihari disebutkan, sebagaimana diketahui, 3 Februari lalu hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia genap 70 tahun. Serangkaian kegiatan diselenggarakan termasuk pameran arsip ini diperlihatkan beragam dokumen dan foto sejarah 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Di antaranya dokumen tertanggal 26 Januari 1950 mengenai pengakuan Uni Soviet terhadap kedaulatan Republik Indonesia dan keinginan Uni Soviet untuk membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia. Sementara dokumen dari pihak Indonesia yang diterima Moskow pada 3 Februari 1950 menyampaikan tanggapan positif pemerintah Indonesia mengenai pembukaan hubungan diplomatik kedua negara.

Juga terdapat arsip pembangunan Rumah Sakit Persahabatan, persuratan para pemimpin dan Menteri Luar Negeri kedua negara. Juga terdapat dokumen perjanjian, antara lain Deklarasi Kerangka Kerja Sama Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia dalam Abad ke-21 yang ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Vladimir Putin di Moskow pada 21 April 2003.

Sedang foto yang dipamerkan di antaranya foto Dr Subandrio seusai penyerahan Surat Kepercayaan kepada Kliment Voroshilov pada bulan April 1954, kunjungan Presiden Soekarno ke Moskow tahun 1956, kunjungan Nikita Khruschev ke Jakarta tahun 1960.

Kemudian penyerahan Surat Kepercayaan Duta Besar Indonesia, Janwar Marah Djani kepada Ketua Presidium Tertinggi Uni Soviet Anatoly Lukyanov pada 19 Mei 1989. Juga terdapat foto penyerahan Surat Kepercayaan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Vladimir Plotnikov kepada Presiden BJ Habibie pada 18 Oktober 1999, penyerahan Surat Kepercayaan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyova kepada Presiden Joko Widodo pada 4 April 2018.

Terdapat juga foto pertemuan Menlu RI, Retno LP Marsudi dengan Menlu Lavrov di Jakarta pada 9 Agustus 2017 dan di Moskow pada 13 Maret 2018

Dalam sambutannya Menlu Lavrov mengatakan bahwa pameran ini berisikan materi-materi yang luas yang menceritakan kekayaan sejarah hubungan diplomatik kedua negara sejak tahun 1950. Hubungan antara Rusia dengan Indonesia berkembang dengan dinamis di berbagai bidang, seperti politik, ekonomi dan perdagangan, sosial budaya serta teknik militer.

“Penyelenggaraan tahunan Festival Indonesia di Moskow dan kegiatan-kegiatan budaya Rusia di Indonesia menjadi tradisi yang baik. Dengan potensi yang dimiliki, kedua negara dapat lebih mengembangkan hubungan pada tingkat yang baru, yaitu kemitraan strategis,” tandas Lavrov yang dikutip KBRI di Moscow dalam siaran persnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, mengapresiasi hubungan kedua negara yang semakin meningkat. Dubes Wahid mencatat peran besar Rusia yang sebelumnya Uni Soviet dalam pembangunan Indonesia pada awal-awal setelah kemerdekaan Indonesia.

Dubes Wahid juga menggarisbawahi pertemuan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Joko Widodo dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong peningkatan hubungan kedua negara dan berharap tradisi pertemuan presiden kedua negara dapat terus berlanjut.

Hadir pada pembukaan pameran antara lain Senator Liliya Gumerova, anggota Majelis Tinggi Dewan Federal Federasi Rusia yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Sama antara Majelis Tinggi Dewan Federal Federasi Rusia dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Juga Wakil Menlu Igor Morgulov dan pejabat Kemlu Rusia lainnya, perwakilan Kementerian dan Lembaga Rusia, pelaku bisnis dan akademisi, Duta Besar negara-negara ASEAN di Moskow, para diplomat dan veteran dinas diplomatik Rusia. (Fsy)

 

BERITA TERKAIT