Abu Sayyaf Klaim Tanggung Jawab Bom Filipina

DAVAO (KRjogja.com) – Kelompok teroris Abu Sayyaf mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom di sebuah pasar malam di Davao City yang menewaskan 14 orang dan melukai 71 lainnya pada Jumat, 2 September 2016. Meski belum ada pernyataan resmi, seorang pejabat tinggi Filipina menyatakan dirinya telah menerima informasi mengenai serangan ini beberapa hari sebelumnya.

Dalam wawancara dengan DZRH News, Sabtu pagi, Menteri Dalam Negeri dan Pemerintahan Lokal Filipina Ismael Sueno mengatakan Abu Sayyaf telah mengklaim tanggung jawab atas serangan bom tersebut. Keterangan ini diperkuat oleh laporan radio lokal DZMM yang menyebutkan Abu Rami, juru bicara kelompok teror itu telah mengakui aksi mereka.

“Ya, kami telah menduga hal ini, dua atau tiga hari lalu kami memiliki informasi intelijen menegnai (serangan) ini,” kata Ismael sebagaimana dikutip dari Inquirer, Sabtu, (3/9/2016).

Ledakan ini terjadi berselang beberapa hari setelah Pemerintah Filipina mengumumkan tambahan kekuatan di Sulu untuk menghadapi Abu Sayyaf. Tindakan ini diambil menyusul tewasnya 15 orang tentara dalam bentrokan dengan kelompok itu pekan lalu di Jolo. (*)

 

BERITA REKOMENDASI