Ada Kepercayaan, Pamitan Haji Seperti Tidak Akan Kembali

Editor: Ivan Aditya

MADINAH, KRJOGJA.com – Sejumlah daerah di Indonesia masih teguh memegang tradisi turun menurun ketika melepas seseorang yang ingin berangkat haji. Tradisi tersebut tidak lain karena masih kuatnya keyakinan masyarakat jika berhaji sama halnya pamitan untuk meninggal.

Jika dikaitkan jaman dulu, mungkin saja hal itu tidak terlalu berlebihan. Pasalnya dengan durasi berhaji yang lama karena naik kapal sehingga butuh waktu panjang dan melelahkan, tidak dipungkiri jemaah usia tua kemungkinan menjadi kelelahan.

"Sejak dulu banyak diyakini jemaah haji indonesia pasrah kalau meninggal di Arab Saudi saat berhaji. Karena menurut keyakinan meninggal di Tanah Suci fadhilahnya luar biasa," ucap Konsultan Ibadah Sektor 5 Madinah, Jauhari Sadji Lc kepada tim MCH 2019, Selasa (09/08/2019).

Bentuk keikhlasan tersebut digambarkan dengan memberikan kain kafan pada keluarganya sebelum berangkat haji. Selain itu keberangkatannya juga diiringi adzan. "Salah satu fadhilahnya tidak akan bertemu dajjal," sambungnya.

Untuk jemaah haji yang meninggal di Madinah, akan dimakamkan di Makam Baqi Al Ghorqat yang letaknya di sisi kiri atau selatan Masjid Al Haram Nabawi. Makam yang sangat luas tersebut sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad SAW san masih digunakan hingga saat ini.

Karena itulah ketika menjalankan ibadah haji harus penuh keikhlasan serta pasrah atas semua kehendak Allah SWT. (Feb)

BERITA REKOMENDASI