Adik Trump Minta Pelarangan Penerbitan Buku

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Keluarga Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berupaya menghalangi penerbitan buku karya sang keponakan, Mary L. Trump, yang dinilai akan mengungkap rahasia kelam keluarga mereka. Adik laki-laki Trump, Robert S. Trump, mengajukan permintaan melarang penerbitan buku tersebut melalui Pengadilan Queens County Surrogate.

Dokumen pemblokiran tersebut diajukan dengan alasan bahwa Mary telah melanggar perjanjian kerahasiaan penyelesaian harta Fred Trump Sr, yang merupakan ayah dari Donald dan Robert Trump, serta kakek Mary Trump.

Perjanjian kerahasiaan itu menyebutkan bahwa Mary dilarang menulis jenis buku apapun yang dinilai dapat membongkar rahasia trah Trump. Mary adalah anak perempuan tertua dari Fred Trump Jr.

Bukunya yang berjudul ‘Too Much and Never Enough: How My Family Created the World’s Most Dangerous Man’ dijadwalkan akan diterbitkan oleh penerbit Simon & Schuster pada 28 Juli mendatang.

Petinggi di Organisasi Trump menolak mengomentari upaya hukum tersebut. Menurut keterangan situs penerbit Simon & Schuster, buku itu akan membongkar sejarah kelam keluarga Trump, dan akan menjelaskan bagaimana Trump menjadi pria yang kini dinilai menjadi ancaman bagi kesehatan dunia, keamanan ekonomi, dan tatanan sosial.

Dalam bukunya, Mary Trump yang berusia 55 tahun menulis dia adalah sumber utama untuk liputan The New York Times tentang keuangan presiden. Dia juga memberi surat kabar itu dokumen-dokumen pajak yang bersifat rahasia. Juru bicara The New York Times menolak berkomentar.

Robert Trump dalam sebuah pernyataan mengatakan ia sangat kecewa atas keputusan keponakannya menerbitkan buku tersebut. “Usahanya memunculkan sensasional dan salah menandai hubungan keluarga kami setelah bertahun-tahun demi keuntungan finansialnya sendiri adalah sebuah penghinaan dan ketidakadilan untuk mengenang mendiang kakak saya, Fred, dan orangtua kami yang terkasih,” kata Robert. (*)

BERITA REKOMENDASI