Afrika Siaga Wabah Flu Burung

Editor: Ivan Aditya

AFRIKA (KRjogja.com) – Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyatakan semua negara di seluruh Afrika Tengah dan Barat tengah bersiaga karena virus flu unggas yang dapat menular dengan cepat, H5N1, terus menyebar di wilayah tersebut.

"Rangkaian tersebut dapat menular dan mengakibatkan kematian pada manusia serta membunuh unggas dalam jumlah banyak," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam satu taklimat di Markas Besar PBB, New York, Rabu (13/07/2016).

Wabah tersebut dikonfirmasi belum lama ini di pertanian ayam di Kamerun dan membuat produksi unggas di negeri itu dan tetangganya terancam. Kejadian itu membuat jumlah negara yang telah berjuang melawan flu unggas di Afrika Barat dan Tengah jadi enam, termasuk Burkina Faso, Pantai Gading, Ghana, Niger dan Nigeria, tambah Dujarric.

Nigeria terus menjadi negara yang paling terpengaruh dengan jumlah seluruh penularan melebihi 750 dan hampir 3,5 juta burung mati atau dipilah. Wabah yang baru dicatat di Kamerun tersebut meningkatkan keprihatinan bahwa penyakit itu mungkin bergerak ke arah selatan, sehingga memicu reaksi darurat nasional dan global guna mengendalikan penyakit tersebut dan pemeriksaan kesehatan pekerja sektor unggas.

Sementara itu, FAO memperingatkan negara tetangga Nigeria agar berhati-hati dan melanjutkan pengawasan ketat mereka serta upaya pencegahan, termasuk pengiriman pesan besama kepada masyarakat dan berbagi data antara sektor pertanian dan kesehatan masyarakat umum.

Rangkaian flu unggas H5N1 telah mengakibatkan kematian puluhan juta unggas dan kerugian puluhan miliar dolar di seluruh dunia sejak virus itu pertama kali menyebar secara internasional pada 2013. Di Kamerun saja, kerugian telah meningkat jadi sebanyak 20 juta dolar AS, kata FAO dengan mengutip laporan media setempat. (*)

BERITA REKOMENDASI