Agar Proyek Cepat Selesai, Pekerja di Korut Dicekoki Narkoba

Editor: KRjogja/Gus

PYONGYANG (KRjogja.com) – Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dikabarkan memberi tenggat waktu singkat bagi manajer proyek pembangunan gedung pencakar langit. Akibatnya, mereka terpaksa mencekoki pekerjanya dengan narkoba agar proyek tersebut cepat selesai.

 

Narkoba yang diberi nama “ice” itu berisi metamfetamin yang berfungsi sebagai stimulus, mirip sabu-sabu. Ketika dihisap, obat-obatan itu akan memberi efek serupa euforia serta meningkatkan kekuatan dan nafsu makan. Efek narkoba tersebut bisa bertahan selama 12 jam.

“Para manajer proyek sekarang mencekoki para pekerjanya sehingga mereka bisa bekerja lebih cepat. Yang pasti, mereka bekerja dalam keadaan tersiksa,” ujar seorang sumber di Pyongyang, seperti dimuat Telegraph, Sabtu (13/8/2016).

Direktur Asia untuk Human Rights Watch (HRW) Phil Robertson mengatakan pihaknya sudah mendengar kabar tersebut dan sedang mencari kebenarannya. Jika terbukti benar, maka HRW mengutuk keras pemaksaan konsumsi narkoba tersebut.

“Ini jelas-jelas perbudakan. Mengapa mereka tidak membayar lebih agar para pekerja bisa lebih semangat? Rezim Korut ingin bangunan itu selesai agar mereka terlihat seperti negara berkembang. Namun, ini adalah perbudakan yang jelas dikecam oleh dunia internasional,” ujar Robertson.

Korut diketahui memproduksi metamfetamin untuk meningkatkan pendapatan negara sejak dekade 1970. Sebelumnya, obat tersebut ditujukan untuk pengobatan medis, tetapi akhir-akhir ini menjadi narkotika yang populer di Korut. (*)

 

BERITA REKOMENDASI