Aksi Terorisme di Prancis Meningkat

Editor: Ivan Aditya

PARIS (KRjogja.com) – Prancis masih terus menjadi target serangan kelompok dan individu ekstremis. Sejak Januari 2015, serangkaian serangan teroris di negara tersebut telah menewaskan ratusan orang, termasuk serangan di Paris pada 13 November 2015 lalu yang menewaskan 130 orang.

Serangan terbaru di Notre Dame dan stasiun kereta Paris berhasil digagalkan setelah otoritas Prancis meningkatkan keamanan usai dikecam banyak warga karena kerap kebobolan serangan teroris. Termasuk serangan di Nice pada Juli 2016 yang menewaskan 85 orang dan serangan di katedral Saint-Etienne-du-Rouvray, kota Rouen, Prancis yang menewaskan pastor setempat.

Para pelaku dalam serangan tersebut mengklaim sebagai pengikut ISIS. Termasuk dalam percobaan serangan di kawasan wisata ternama Notre Dame dan stasiun metro Paris juga didalangi simpatisan ISIS.

Masih terus terjadinya serangan teroris di Prancis di tengah penerapan kondisi darurat usai terjadinya serangan Paris 13 November 2015 lalu, membuat banyak kalangan mempertanyakan kinerja aparat keamanan.

Kritikan ini telah membuat Presiden Prancis Francois Hollande melakukan sejumlah perubahan di bidang keamanan. Selain itu, penjagaan keamanan pun ditingkatkan setelah terjadinya serangan di Nice dan di Roeun. Akibatnya, saat ini banyak kawasan publik di Prancis, termasuk Paris dijaga ketat aparat keamanan.

Meningkatnya serangan kelompok dan individu ektremis di negara tersebut tak lepas dari meningkatnya jumlah warga setempat yang mendukung ISIS. Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, mengatakan polisi dan badan intelijen memantau sekitar 15.000 orang di negara tersebut karena dicurigai menjalani proses radikalisasi. (*)

BERITA REKOMENDASI