Aktivis Desak Penghitungan Suara Ulang Pilpres Amerika

Editor: Ivan Aditya

WASHINGTON (KRjogja.com) – Hasil pilpres AS secara resmi baru akan diumumkan pada 29 November mendatang. Sepekan menjelang pengumuman tersebut, sejumlah aktivis dan akademisi mendesak otoritas berwenang AS untuk menghitung ulang hasil pemilu di Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin.

Ketiga wilayah itu biasanya kerap dimenangi Partai Demokrat tetapi pada pilpres lalu, kubu Republik menjadi pemenang di tiga negara bagian tersebut. Para aktivis dan akademisi mengajukan penghitungan ulang di ketiga negara bagian itu untuk mengantisipasi peretas asing mengacaukan hasil penghitungan suara di sana.

Para aktivis dan akademisi itu telah membentuk koalisi dan meminta tim kampanye Hillary Clinton bergabung memperjuangkan penghitungan ulang hasil pilpres di sejumlah negara bagian. Dua aktivis yang tergabung dalam koalisi tersebut mengatakan, pekan depan koalisi akan menyerahkan laporan soal kemungkinan adanya gangguan dari peretas asing saat penghitungan hasil pilpres di Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin.

Terkait tuntutan dari koalisi aktivis dan akademisi tersebut, Hillary Clinton belum memberikan respons. Namun yang jelas, Hillary Clinton telah mengakui kekalahannya oleh Donald Trump dalam pilpres terketat dalam sejarah AS. Bahkan sang mantan menlu menteri luar negeri itu langsung menelefon Trump dan mengakui kekalahannya.

Trump pun memuji semua perjuangan dan kontribusi Hillary Clinton untuk AS selama ini. "Dia telah mengucapkan selamat kepada kami dan saya pun mengucapkan selamat kepadanya dan juga keluarganya yang telah berjuang sangat keras selama kampanye," ujar Trump saat itu. (*)

BERITA REKOMENDASI