Aktivis HAM Kecam Prabowo ke Amerika

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sejumlah organisasi dan pegiat hak asasi manusia (HAM) di Indonesia mengecam keberangkatan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Kamis (15/10/2020) ini. Kedatangan Prabowo dalam rangka menjajaki kerja sama pertahanan antara kedua negara.

Sebagai bentuk protes, para aktivis HAM itu mengirim surat terbuka kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Michael R Pompeo, 13 Oktober lalu atau dua hari sebelum Prabowo terbang ke AS. Surat itu ditandatangani Amnesty Internasional Indonesia, Pil-Net, KontraS, AJAR, KASUM, Imparsial dan Public Virtue Institute.

Mereka menyebut kedatangan Prabowo ke Amerika sebagai bencana hak asasi manusia bagi Indonesia. “Kami baru dapat informasinya Kamis (08/10/2020) pekan lalu,” kata Direktur Eksekutif KontraS, Fatia Maulidiyanti.

Sebelumnya Prabowo mengaku mendapat undangan langsung dari pemerintah Amerika Serikat untuk berkunjung ke negara Paman Sam itu. Kunjungan tersebut sekaligus menandai berakhirnya kebijakan Amerika Serikat selama 20 tahun, yang sempat melarang Prabowo menginjakkan kaki di sana karena dugaan keterlibatan pelanggaran HAM berat.

Menurut Fatia keputusan Departemen Luar Negeri AS mencabut larangan kunjungan bagi Prabowo bisa melanggar Hukum Leahy, yang melarang AS memberikan bantuan militer militer kepada negara yang melakukan pelanggaran berat HAM dengan impunitas.

“Undangan untuk Prabowo Subianto harus dibatalkan jika memberikan kekebalan terhadap kejahatan yang dituduhkan kepadanya,” kata Fatia. (*)

BERITA REKOMENDASI