Amerika Akui Adanya Pembantaian di Armenia

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana mengakui pembantaian orang-orang Armenia oleh Kekaisaran Ottoman pada 1915 sebagai genosida. Seorang sumber mengatakan hal itu disampaikan Joe Biden kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Hal tersebut tak disampaikan dalam keterangan resmi pembicaraan antara kedua pimpinan negara itu. Mereka menyampaikan Biden berminat dalam hubungan bilateral yang konstruktif dengan area kerja sama yang diperluas dan manajemen perselisihan yang efektif.

Para pendahulu Biden, baik Barack Obama maupun Donald Trump, tak pernah menggunakan kata tersebut karena khawatir merusak hubungan dengan sekutunya. Namun, Biden telah membentuk pola untuk pemimpin dunia sekaligus memberi tahu tentang langkah-langkah pemerintahannya di masa mendatang yang mungkin mengganggu hubungan mereka.

Pekan lalu, Biden menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meninjau sanksi yang diberlakukan atas campur tangan mereka dalam pemilu AS 2020, serangan siber SolarWinds, dan pelanggaran berat hak asasi manusia di Krimea.

Pada Jumat malam waktu setempat, Duta Besar Turki untuk AS Hasan Murat Mercan mengadakan pertemuan di Gedung Putih bersama pejabat Dewan Keamanan Nasional. Murat Mercan menerima akreditasi dari Gedung Putih dan menjadi pertemuan pertamanya dengan pejabat pemerintahan Biden. (*)

BERITA REKOMENDASI