Amerika Anggap Duterte Ancaman Demokrasi

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Filipina menyatakan Presiden Rodrigo Duterte menanggapi serius laporan terbaru Intelijen Amerika Serikat yang menyebut dirinya sebagai ancaman demokrasi di Asia Tenggara.

"Kami memandang pernyataan dari departemen intelijen Amerika Serikat ini dengan kekhawatiran. Saya rasa laporan itu tidak benar. Dia [Duterte] adalah pengacara, dia mengerti hukum dan menjunjung tinggi aturan hukum, dia paham tentang hukum hak asasi manusia," kata juru bicara pemerintah, Harry Roque.

Selain Duterte, laporan Kantor Direktur Intelijen Nasional AS juga menempatkan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, krisis Rohingya di Myanmar dan konstitusi buatan militer Thailand sebagai ancaman demokrasi di Asia Tenggara.  Laporan tersebut memaparkan bahwa demokrasi dan hak asasi manusia di sejumlah negara Asia Tenggara masih tetap rentan gangguan di 2018 ini. (*)

BERITA REKOMENDASI