Amerika Bakal Lakukan Terapi Plasma Darah

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Dr. Stephen Hahn, menyatakan menyetujui penggunaan plasma darah untuk pasien virus corona (Covid-19), tetapi membantah mendapat tekanan dari Presiden AS, Donald Trump. Hahn menyatakan keputusan itu diambil karena berdasarkan hasil data penelitian menunjukkan metode itu dinilai berdampak positif.

“Dari penilaian para pakar dan ahli di FDA, dari sejumlah data penelitian yang diterbitkan, para peneliti itu menyimpulkan bahwa plasma darah aman dan cukup manjur, sehingga memenuhi kriteria untuk penggunaan secara darurat,” kata Hahn.

Akan tetapi, status penggunaan darurat berbeda dengan membolehkan secara umum. Sebab, cara itu hanya dilakukan hanya bagi orang-orang yang mau mencoba. “Kami masih menunggu tambahan data. Kami sangat senang dengan hasil ini,” ujar Hahn.

FDA menganjurkan para penyintas Covid-19 untuk mendonorkan darah mereka dengan harapan protein yang membentuk sistem kekebalan tubuh mereka dalam memerangi infeksi bisa membantu pasien lain. Menurut Hahn, sampai saat ini ada lebih dari 90 ribu penduduk AS yang bersedia mengikuti program donor, dan ada 70 ribu pasien virus corona yang mau mencoba terapi plasma. (*)

BERITA REKOMENDASI