Amerika Batal Tarik Prajurit dari Suriah

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Enam bulan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan hendak menarik tentaranya keluar dari Suriah, pejabat tinggi Trump malah menyatakan sebaliknya AS tidak akan keluar dari negara itu.

Anggota administrasi Trump menyebut bahwa AS tidak akan melakukan penarikan pasukan sampai ISIS dikalahkan secara permanen. Sebab selama ini kelompok militan itu sangat keras kepala dan para jihadis begitu ulet untuk bertahan di kantong terakhir mereka.

Tentara AS telah terlibat di Suriah sejak 2014 dan saat ini telah menempatkan lebih dari 2000 tentaranya di negara itu. Mereka utamanya ditugaskan untuk melatih dan memberi masukan bagi tentara Kurdi dan Suriah.

Dengan banyaknya kemenangan dalam pertempuran melawan ISIS, Maret lalu Trump menyebut bahwa ia akan menarik tentara AS di Suriah segera. Ia pun menambahkan bahwa misi yang akan datang akan berakhir dengan cepat.

Tapi Menteri Pertahanan Jim Mattis memperingatkan bahwa menghentikan peperangan di Suriah terlalu cepat akan menjadi kesalahan yang fatal. Sementara perwakilan khusus AS untuk Suriah, bulan ini juga menyebut bahwa AS tidak akan terburu-buru angkat kaki dari negara yang tengah dilanda perang itu.

"Menyingkirkan kekhalifahan tidak berarti Anda membabi buta mengatakan menghabisi mereka dan keluar (dari Suriah), lalu dikemudian hari bertanya-tanya mengapa kekhalifahan itu kembali," jelas Mattis. (*)

BERITA REKOMENDASI