Amerika Berperan Besar Pertemukan Korut dan Korsel

Editor: Ivan Aditya

KORSEL, KRJOGJA.com – Presiden Moon Jae-in mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memegang andil besar sehingga pertemuan tingkat tinggi Korea Selatan dan Korea Utara dapat terjadi pada Selasa (09/01/2017), untuk pertama kalinya setelah lebih dari dua tahun.

"Saya pikir, Presiden Trump memegang peranan penting atas terjadinya pembicaraan antar-Korea ini. Ini bisa jadi terjadi akibat sanksi dan tekanan yang diusulkan AS," ujar Moon.

Dengan pernyataan ini, Moon sekaligus menampik kekhawatiran AS akan kerenggangan hubungan Seoul dengan Washington seiring dengan merekatnya kembali relasi dengan Korut. Moon bahkan memastikan, Korsel juga tetap sepaham dengan AS bahwa Korut harus menghentikan program senjata rudal dan nuklirnya.

"Denuklirisasi di Semenanjung Korea sudah disepakati bersama oleh kedua Korea yang akan menjadi acuan kami dan tak akan kami ingkari," ucap Moon.

Di sisi lain, Korut mengatakan bahwa mereka tidak akan membicarakan isu nuklir dengan Seoul karena senjata yang sedang mereka kembangkan itu bukan untuk menyerang Korsel, Rusia, mau pun China, tapi AS. Namun, AS sendiri menyatakan dukungan mereka terhadap pertemuan tingkat tinggi antara Korsel dan Korut yang dihelat di zona demilitarisasi (DMZ) di perbatasan kedua negara pada Selasa ini. (*)

BERITA REKOMENDASI