Amerika Cabut Sanksi Ekonomi Sudan

Editor: Ivan Aditya

SUDAN, KRJOGJA.com – Pemerintah dan rakyat Sudan menyambut baik keputusan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mencabut sanksi secara penuh dan definitif. Pencabutan hukuman itu dilakukan oleh pemerintah AS pada 6 Oktober 2017.

“Sudan menilai keputusan ini sebagai perkembangan penting dalam sejarah hubungan Sudan-AS, yang merupakan hasil murni dari sebuah dialog terbuka, transparan, dan konstruktif dalam upaya mengatasi semua masalah di antara kedua negara, dan dipimpin dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab oleh Presiden Republik Sudan, Omar Hassan Ahmed al-Bashir, serta partisipasi aktif dan serius dari berbagai institusi terkait dari kedua belah pihak,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Sudan, Ghareb Allah Khidir.

Menyusul keputusan ini, Sudan sepenuhnya menegaskan komitmen untuk terus menjalin kerjasama dengan AS dalam berbagai persoalan di tingkat bilateral, regional, dan internasional. Kerjasama terutama akan dijalin dalam aspek-aspek yang berkaitan dengan pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional, perang melawan segala bentuk terorisme, migrasi ilegal, serta perdagangan manusia.

Sudan bercita-cita membangun kembali hubungan AS dan berharap terus berkembang. Akan tetapi, hal itu tentu menuntut penghapusan nama Sudan dari daftar negara yang disebut menjadi sponsor terorisme. Sebab, hal itu tidak relevan dengan Sudan.

Penghentian langkah-langkah negatif atas Sudan yang diambil dan didukung oleh institusi-institusi Amerika di tingkat internasional telah membantu negara tersebut terlepas dari sanksi. Selain itu, pengambilan tindakan positif juga memungkinkan Sudan mendapat keringanan utang, seperti kasus yang menimpa banyak negara dengan kondisi pembangunan serupa. (*)

BERITA REKOMENDASI