Amerika Cegah China Masuk Pasifik

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Jenderal tertinggi Pentagon mengatakan Amerika Serikat harus memanfaatkan teknologi robotik dan kecerdasan buatan jika ingin tetap unggul dari China.

Ketua Staf Gabungan Jenderal Mark Milley mengatakan Pentagon perlu menempatkan pasukan yang lebih kecil dan mampu dipersenjatai dengan rudal jarak jauh di seluruh Asia.

Menurut dia AS harus meminimalkan jejak militernya di luar negeri. Sebab penempatan pangkalan permanen di tempat-tempat seperti Korea Selatan dan Bahrain membuat pasukan AS beserta keluarga dan staf mereka menjadi rentan.

“Saya bukan penggemar pangkalan militer permanen besar AS di luar negeri, di negara orang lain. Pasukan yang lebih kecil, tersebar luas, yang sangat sulit dideteksi akan menjadi kunci bagi militer masa depan,” kata Milley

Untuk mencegah China menguasasi Pasifik barat, AS harus memiliki unit berbasis darat di Filipina, Vietnam, dan Australia yang mengoperasikan baterai rudal presisi jarak jauh yang dapat menghancurkan kapal angkatan laut Tiongkok.

Untuk mendukung hal itu, Pentagon perlu merencanakan membangun armada angkatan lautnya menjadi lebih dari 500 kapal pada 2045, termasuk kapal tak berawak, kapal robotik, dan hingga 90 kapal selam. Saat ini, AS baru memiliki sekitar 300 kapal. (*)

BERITA REKOMENDASI