Amerika dan Israel Mulai Dekati Sudan

Editor: Ivan Aditya

SUDAN, KRJOGJA.com – Sejumlah pejabat Sudan mengonfirmasi pada Kamis (22/10) bahwa delegasi Amerika Serikat dan Israel terbang ke negara itu dengan jet pribadi untuk menyelesaikan kesepakatan normalisasi hubungan. Jika hal itu benar, maka Sudan melangkah lebih jauh setelah Presiden AS, Donald Trump, akan menghapus negara di kawasan Afrika Utara itu dari daftar negara yang mendukung terorisme.

Dua pejabat senior Sudan membenarkan kunjungan tersebut. Seorang sumber yang merupakan tokoh militer senior Sudan mengatakan kedatangan delegasi AS dan Israel untuk melakukan evaluasi akhir untuk kesepakatan normalisasi hubungan.

Adapun delegasi dari Israel dan AS, kata pejabat tersebut, adalah Kepala Kantor Perdana Menteri Israel, Ronen Peretz, dan Direktur Senior Urusan Teluk Dewan Keamanan Nasional AS, Brigjen. Miguel Correa.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa rombongan AS dan Israel bertemu dengan Kepala Pemerintahan Transisi Sudan dan penasihat utama Perdana Menteri, Jenderal Abdel-Fattah Burhan.

Pejabat lain Sudan mengatakan kesepakatan itu nantinya akan mencakup bantuan dan investasi Israel, terutama di bidang teknologi dan pertanian. AS dan Israel, kata sumber ini, berjanji untuk berbicara dengan sekutu di Teluk dan Barat untuk menanamkan modal dan memberi keringanan utang kepada Sudan.

Di Washington D.C., juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, mengatakan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo berbicara dengan Perdana Menteri Sudan, Abdalla Hamduk, pada Kamis kemarin.

“Menteri Luar Negeri Pompeo memuji upaya Perdana Menteri Hamdok hingga saat ini untuk meningkatkan hubungan Sudan dengan Israel dan menyatakan harapan bahwa mereka akan terus berlanjut, dan menggarisbawahi dukungan AS yang berkelanjutan untuk transisi demokrasi yang sedang berlangsung di Sudan,” katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI