Amerika dan Israel Tolak Resolusi Penanganan Corona PBB

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Mayoritas 169 negara dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyepakati resolusi tertulis penanganan pandemi Covid-19 secara komprehensif dan terkoordinasi. Terdapat dua negara yang memilih abstain dalam pemungutan suara, yakni Ukraina dan Hongaria, sedangkan Amerika Serikat dan Israel menolak.

Dalam resolusi tersebut, PBB mengakui peran Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pemimpin penanganan pandemi. Hal ini bertentangan dengan AS yang telah keluar dari keanggotaan WHO beberapa waktu lalu dan menuding lembaga tersebut salah mengelola pandemi, termasuk terlambat memberikan peringatan global.

“Mengakui peran penting kepemimpinan WHO dan peran fundamental PBB dalam mempercepat dan mengkoordinasikan penanganan pandemi Covid-19 yang komprehensif,” demikian bunyi naskah resolusi tersebut.

Menjelang pemungutan suara, AS bersama Libya dan Irak berupaya menghapus paragraf tentang perlindungan kesehatan seksual dan reproduksi pada perempuan karena keberatan akan pelaksanaan aborsi. Namun upaya tersebut gagal karena lebih dari 120 negara memilih mempertahankan aturan tersebut, dan 25 negara abstain.

Melalui teks tersebut, PBB menyerukan setiap negara dan lembaga internasional bekerja sama dalam mengatasi dan menahan laju pandemi. Ini sejalan dengan seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutierres Maret lalu yang meminta negara-negara melakukan gencatan senjata dan berfokus pada perang melawan pandemi.

Resolusi tersebut juga menginstruksikan agar setiap negara menghapus hambatan yang tidak dapat dibenarkan dalam penanganan pandemi. Ini artinya, perjanjian ini dapat menetapkan sanksi kepada negara yang menghambat penanganan virus. (*)

BERITA REKOMENDASI