Amerika Desak Myanmar Buka Akses Bantuan untuk Rohingya

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Washington mengutuk serangan mematikan oleh militer dan pemberontak. Serangan itu terjadi saat Aung San Suu Kyi mengatakan bahwa dia berusaha melindungi semua orang.

Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya tentang krisis di Myanmar. AS mendesak pihak berwenang untuk mengizinkan akses kemanusiaan ke negara bagian Rakhine yang memberontak karena aksi kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya terus berlanjut.

Pengungsi yang tiba di kamp-kamp yang sudah penuh sesak di negara tetangga Bangladesh, banyak yang kelelahan dan sangat lapar, telah membawa kisah mengerikan tentang pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran yang meluas. Sekitar 164 ribu orang Rohingya telah melarikan diri sejak kekerasan meletus dua pekan lalu.

"Ada pemindahan populasi lokal yang signifikan menyusul tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang serius, termasuk pembakaran massal di desa Rohingya dan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan dan juga warga sipil bersenjata," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari 250 ribu pengungsi, kebanyakan dari mereka Rohingya, telah meninggalkan Myanmar ke Bangladesh sejak kekerasan dimulai pada bulan Oktober yang lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI