Amerika Soroti Kudeta Myanmar

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyebut apa yang terjadi atas peristiwa demonstrasi berdarah di Myanmar adalah hal yang mengerikan. AS menyebut pembunuhan telah terjadi dan dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar.

“Kami ngeri dengan pertumpahan darah yang dilakukan oleh pasukan keamanan Burma, yang menunjukkan bahwa junta akan mengorbankan nyawa rakyat untuk melayani beberapa orang,” kata Blinken dalam sebuah tweet.

Pasukan keamanan membunuh lebih dari 90 orang di seluruh Myanmar pada Sabtu (27/3) waktu setempat. Ini menjadi salah satu hari protes paling berdarah sejak kudeta militer yang terjadi sejak Februari 2021.

Jumlah 90 korban tewas tersebut bertambah setelah sebelumnya diinformasikan 50 orang. Portal berita Myanmar Now mengatakan 91 orang tewas di seluruh negeri tersebut oleh pasukan keamanan.

Seorang juru bicara militer tidak menanggapi panggilan untuk mengomentari 91 pembunuhan yang terjadi hari ini oleh pasukan keamanan maupun serangan pemberontak di posnya.

“Mereka membunuh kami seperti burung atau ayam, bahkan di rumah kami. Kami akan terus memprotes. Kami harus berjuang sampai junta jatuh,” kata Thu Ya Zaw. (*)

BERITA REKOMENDASI