Amerika Tangkap Intelijen China

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Amerika Serikat menahan seorang agen mata-mata China, Xu Yanjun, yang diduga mencuri dokumen rahasia perdagangan dari Negeri Paman Sam, Kamis (12/10/2018). Yanjun ditahan otoritas AS setelah diekstradisi dari Belgia.

Kementerian Kehakiman mengatakan Xu merupakan seorang pejabat Kementerian Keamanan Negara China (MMS). Dia diduga telah melakukan aksi spionase sejak 2013 lalu untuk mendapatkan dokumen rahasia perdagangan GE Aviation dan sejumlah perusahaan lainnya.

Menurut surat dakwaan, Xu dibujuk pergi ke Belgia dalam sebuah operasi intelijen balasan atau kontra-intelijen dan ditangkap pada 1 April lalu di bawah surat perintah penahanan AS. Belgia menyerahkan Xu kepada AS pada Selasa pekan ini. Xu menjadi pejabat intelijen China pertama yang diekstradisi ke negara lain.

"Ekstradisi yang tidak pernah terjadi sebelumnya pada pejabat intelijen China memperlihatkan keterlibatan langsung pemerintah China terkait operasi spionase ekonomi AS," kata Asisten Direktur Biro Investigasi Federal (FBI), Bill Priestap.

Sementara itu, pejabat Kementerian Kehakiman menganggap penangkapan Xu sebagai upaya global melawan dugaan kampanye China yang ingin mencuri rahasia ekonomi AS. "Kasus ini bukan insiden yang terisolasi. Ini adalah bagian dari kebijakan ekonomi keseluruhan untuk membangun China dengan kerugian yang dibebankan pada AS," tutur Asisten Jaksa Agung John Demers.

Surat dakwaan memaparkan Xu merupakan wakil direktur sebuah divisi di MMS. MMS merupakan badan intelijen utama China.

Xu diduga menjalan operasi spionasenya selama lima tahun demi mencuri dokumen rahasia perdagangan dari GE Aviation yang berbasis di Cincinnati, Ohio. GE Aviation merupakan salah satu produsen mesin pesawat terkemuka di dunia. (*)

BERITA REKOMENDASI